Bola Mata Pelajar SMP di Palembang Nyaris Lepas Usai Diduga Konsumsi Enam Jenis Obat dari Oknum Bidan

Writer: - Rabu, 7 Agustus 2024
Korban diduga alami malpraktik.

Palembang, sumselupdate.com – Nasib pilu dialami seorang janda yang berprofesi sebagai seorang pemulung, setelah putri keduanya diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan oknum bidan hingga nyaris membuat kedua bola matanya nyaris lepas.

Korban tersebut adalah Berlian (13) dan ibunya adalah Nila Sari, warga Jalan Sukakarya Sukarame Palembang.

Read More

Berlian diduga menjadi korban malpraktik setelah mengkonsumsi obat yang diberi oleh oknum bidan yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya di Sukarami Palembang.

Akibatnya, korban alami pembengkakan pada kedua bola matanya hingga nyaris terlepas disertai seluruh tubuh juga mengalami ruam merah hingga melepuh.

Korban tersebut adalah Berlian (13) warga yang hidup bersama satu orang ibu dan dua orang saudara.

Kepada wartawan ibu korban Nila Sari (43) menjelaskan awal mula yang membuat anaknya tersebut yng diduga alami dugaan malapraktik, yang bermula dari Korban berlian alami demam yang disertai muntah dan mual pada Selasa(02/07/2024).

Gelisah dengn kondisi anaknya tersebut, Nila Sari mengajak Berlian untuk mengecek kesehatannya ke Bidan berinisial AG yang berada tak jauh dari rumahnya.

Baca juga : Bola Mata Pelajar SMP di Palembang Nyaris Lepas Usai Diduga Konsumsi Enam Jenis Obat dari Oknum Bidan

“Cuma diperiksa bagian dada dan perut, terdapat buang keringat, habis itu anak saya dikasi enam macam obat yang harus dimakan tiga kali sehari,” ucapanya

Setelah pulang, Berlian (13) langsung mengkonsumsi enam obat macam obat yang diberi oleh bidan tersebut.

Namun, saat korban bangun keesokan harinya, korban mengalami ruam merah melepuh di sekujur tubuh yang dirasa nyeri serta mata yang juga membengkak tak bisa dikedipkan.

“Awalnya kami pikir itu reaksi obat, namun anak saya ini tidak punya riwayat alergi obat,” ucap Nila.

Baca juga : Warga Gelumbang Desak DPRD Sumsel Panggil Direktur RS Pertamina Prabumulih, Ada Apa?

Namun setelah dua hari mengkonsumsi enam jenis obat itu, kondisi ruam yang dialami korban justru semakin parah.

Pada Jum’at (05/07/2024) Nila kemudian membawa anaknya kembali ke Bidan AG guna menanyakan kondisi ruam dan mata anaknya yang membengkak.

Namun reaksi Bidan AG justru, menjelaskan apa yang dialami korban lumrah dan mencontohkan pasien lain yang berobat dengan juga mengalami hal yang serupa dengan korban namun pulih kembali.

Khawatir dengan kondisi anaknya, Nila memutuskan untuk membawa ke RS Charitas Myria Palembang untuk mengobati apa yang dialami anaknya, pada Minggu (07/07/2024).

Di sana korban ditangani oleh dokter spesialis kulit dan dokter anak. Korban bahkan juga menjalani rawat inap hingga tujuh hari.

“Namun seminggu dirawat anak saya tidak juga membaik, setelah saya bawa pulang ke rumah saya mengadu ke Dinas PPA Kota Palembang dan Sumsel,” ucap Nila.

Mendapati itu, pihak Dinas PPA Kita Palembang menemani Nila Sari untuk melaporkan itu ke SPKT Polda Sumsel. Lalu pihak PPA mendampingi membuat laporan ke Polda dengan dugaan malpraktik yang dilakukan bidan tsb. Yang ditangani unit Kesehatan indags Ditreskrimsus Polda Sumsel pada Minggu (14/07).

Nila Sari melaporkan Bidan AG dengan dugaan tindakan Malapraktik hingga menyebabkan anaknya kini nyaris alami kebutaan.

Berjalannya proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, kondisi dari Berlian juga tak kunjung membaik.

Pada Rabu (24/07/2024) korban berlian bahkan mendapat kan tindakan operasi di RSUPMuhamad Hoesin Palembang akibat matanya yang semakin oarah hingga nyaris lepas.

“Operasi matanya ditempel daging paha biar tidak lepas,” ucap Nila.

Kini, yang menjadi kerisauan Nila Sari, hingga kini berlian belum juga mendapat donor kornea matanya yang ternyata rusak.

“Kami bukan orang yang mampu, kami berharap anak saya ini dapat melihat lagi dengan mendapat donor kornea mata,” ucapnya.

Terlebih, dia berharap juga pihak kepolisian dapat segera bertindak atas laporan dugaan malapraktik yang diduga dilakukan oleh oknum bidan tersebut. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts