Tidak Ada Pertahana, Tiga Nama Ini Diprediski Berpeluang Memperebutkan Kursi Walikota Palembang

Writer: - Kamis, 4 April 2024
Dari kiri ke kanan mantan Wawako Palembang Fitrianti Agustinda, Pj Walikota Palembang Drs Ratu Dewa, MSi, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Palembang M Akbar Alfaro.

Palembang, Sumselupdate.com – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Palembang diprediksi bakal seru. Semua nama yang beredar di publik dinilai memiliki peluang, mengingat tidak adanya petahana di Pilkada kota pempek nantinya.

Demikian analisis Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia (LSI) Djayadi Hanan, tentang prediksi Pilkada kota Palembang 27 November nanti.

Read More

“Dari analisis kualitatif dugaan saya Pilkada 2024 akan kompetitif. Kenapa? Tidak ada petahana, sehingga peluang bagi nama-nama baru,” kata Djayadi.

Diketahui, sejumlah nama sudah mulai bermunculan pada Pilkada kota Palembang. Hal ini terlihat dengan ramainya baliho, stiker, dan gerakan.

Di antara tiga nama teratas yang potensial yaitu Pj Walikota Drs Ratu Dewa, MSi, mantan Wawako Palembang Fitrianti Agustinda, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Palembang M Akbar Alfaro.

Lalu, ada juga nama Charma Afrianto, Yudha Pratomo, dan Nasrun Umar serta nama lain tapi tidak banyak menebar sosialisasi luar ruang.

“Cukup menarik untuk berlaga dan mereka menunjukkan niat yang serius,” ungkapnya.

Dosen politik Universitas Paramadina ini menjelaskan, tipologi pemilih di Kota Palembang menginginkan pemimpin yang merakyat atau mereka yang turun ke bawah.

“Walikota itu ‘kan struktur level ketiga dalam pemerintahan, langsung bersentuhan dengan masyarakat, kenal lapangan, dikenal, dan mengenal masyarakat,” bebernya.

Kategori merakyat ini direpresentasikan dengan pemimpin yang berprestasi, integritas, dan intelektual.

Artinya, ia memiliki prestasi dengan rekam jejak kepemimpinannya, baik sebagai eksekutif maupun legislatif. Kemudian integritas, maksudnya bersih tidak menjadi beban pemerintahan jika terpilih nantinya.

Ketiga adalah intelektual, karena problematika masyarakat perkotaan, seperti kemiskinan, macet, banjir harus dipimpin oleh mereka yang memiliki kecerdasan dalam mengatasinya.

Selain itu, ia yang paham teknologi apalagi 56 persen pemilih adalah milenial, bagaimana pemimpin dapat berinteraksi dengan masyarakat langsung ataupun menggunakan teknologi.

“Terakhir, Palembang kota religius paling tidak pemimpin mereka tercatat orang baik,” tuturnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts