IDI Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala Beri Beasiswa Mahasiswa Palestina

Writer: - Senin, 1 Januari 2024
Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia yang diwakili oleh HE Dr Zuhair SM Al Shun selaku Duta Besar Palestina di Indonesia menunjukan berkas MoU yang sudah ditandatangani.

Banda Aceh, Sumselupdate.com  – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala mengumumkan memberikan sebanyak beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Palestina yang ingin melanjutkan pendidikannya baik Strata 1 (S1) maupun Pasca Sarjana (S2), dan Doktoral (S3).

Kesepakatan tersebut tertuang secara resmi dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani antara Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang diwakili oleh Prof Dr Ir Marwan selaku Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia yang diwakili oleh HE Dr Zuhair SM Al Shun selaku Duta Besar Palestina di Indonesia.

Read More

Dalam penandatanganan tersebut hadir juga DR Dr Safrizal Rahman, MKes, SpOT selaku Ketua IDI Wilayah Aceh.

“Sebagai sebuah universitas yang menjunjung tinggi tidak hanya nilai etik dan pendidikan tetapi juga nilai kemanusiaan, juga menyadari situasi yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Palestina, kami ingin memberikan dukungan kami melalui inisiatif pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa Palestina untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan potensi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik,” kata Prof Dr Ir Marwan selaku Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, HE DR Zuhair SM Al Shun menyampaikan atas nama rakyat Palestina, dirinya selaku Duta Besar Palestina untuk Indonesia, dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Universitas Syiah Kuala, Ikatan Dokter Indonesia, dan rakyat Indonesia atas beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswa Palestina.

Baca Juga: Kemenag Sumsel Sumbang Rp1,7 Miliar untuk Palestina

Beasiswa ini merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti bagi mereka, dan akan membantu para mahasiswa Palestina untuk mengembangkan diri, meraih cita-cita dan kesuksesan mereka.

Berfoto bersama usai Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia yang diwakili oleh HE Dr Zuhair SM Al Shun selaku Duta Besar Palestina di Indonesia menandatangani berkas MoU.

“Kami sangat berharap agar para mahasiswa Palestina dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya, dan para mahasiswa Palestina dapat menjadi duta bangsa Palestina di Indonesia,” kata HE DR Zuhair SM Al Shun.

Dengan kuota awal sebanyak 83, beasiswa yang diberikan oleh Universitas Syiah Kuala dan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Aceh ini akan mencakup biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya asrama, visa mahasiswa, asuransi kesehatan, yang akan diberikan selama empat tahun untuk program sarjana dan selama dua tahun untuk program pascasarjana.

Baca Juga: Ribuan Masyarakat Muaraenim Bersatu Bela Palestina dan Masjidil Aqsa

Ketua IDI Wilayah Aceh, DR Dr Safrizal Rahman, MKes, SpOT mengatakan, ke-83 kuota beasiswa ini mencakup 5 kuota pendidikan kedokteran, 3 kuota kedokteran gigi, 15 kuota kedokteran spesialis, 5 kuota ilmu keperawatan, 3 kuota pascasarjana ilmu keperawatan, 2 kedokteran hewan, 2 pasca sarjana kedokteran hewan dan kesehatan publik, 15 kuota dari ilmu kelautan dan perikanan, 7 dari sains dan ilmu matematika.

Kemudian, 11 kuota dari ilmu teknik dan 6 dari pasca sarjana ilmu teknik, serta 7 kuota dari berbagai fakultas pascasarjana di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“Dengan permulaan yang baik ini, kami juga berharap universitas di sekitar Aceh akan turut berpartisipasi dalam memberikan lebih banyak kuota sehingga bisa menampung lebih banyak mahasiswa Palestina untuk meneruskan pendidikannya,” kata Dr Safrizal yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengapresiasi inisiatif IDI Wilayah Aceh dan Universitas Syiah Kuala ini.

Baca Juga: Masyarakat Sumsel Gelar Aksi Solidaritas dan Galang Dana untuk Palestina

“Kami berharap program ini dapat dikembangkan juga oleh IDI wilayah lainnya bekerjasama dengan Universitas setempat untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina sehingga bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Program beasiswa Universitas Syiah Kuala dan IDI Wilayah Aceh kepada mahasiswa Palestina merupakan upaya nyata untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi generasi muda Palestina,” kata Ketua Umum PB IDI, DR Dr Moh Adib Khumaidi, SpOT.

Melalui penandatanganan perjanjian kerjasama pendidikan ini, diharapkan Universitas Syiah Kuala sudah bisa memperoleh nama para calon mahasiswa dari Palestina setidaknya hingga Akhir Februari 2024, sehingga para mahasiswa bisa dipersiapkan untuk mulai proses belajar pada bulan April 2024.

Pihak Universitas Syiah Kuala juga menyiapkan kursus bahasa Indonesia sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga memudahkan para mashasiswa Palestina untuk beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts