Muaraenim, Sumselupdate.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah melalui ajang Kadin Impact Award (KIA). Melanjutkan rangkaian penjurian KIA, Kadin Indonesia mengunjungi Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, untuk melihat program pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari desa ke desa yang diinisiasi Kadin Muaraenim.
Melalui program ‘Kadin Muaraenim Desaku’ ini, proses penggalian potensi, pendampingan, dan pemberdayaan UMKM di desa-desa di wilayah Kabupaten Muaraenim dilakukan secara intensif untuk mendorong terciptanya produk unggulan di tiap desa, dimana penjurian dilakukan oleh WKU Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang dan Ketua Komite Tetap Produk Hukum dan Perizinan Daerah, Johan Tedja Surya.
Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kadin Indonesia, Yukki Nugrahawan Hanafi, mengapresiasi upaya Kadin Muaraenim dalam mendorong perekonomian masyarakat lokal menjadi lebih baik melalui program pemberdayaan UMKM yang inklusif dan kolaboratif.
Baca Juga: Gelar Pelatihan Bagi UMKM, Ketua Kadin Serukan Pelaku Usaha Miliki NIB
“Ini merupakan wujud sinergi Kadin provinsi dan kabupaten/Kota dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui penguatan UMKM. Kami harap program ini bisa terus berjalan sehingga tercipta pertumbuhan yang berkelanjutan di Kabupaten Muaraenim,” ujarnya.
Ketua Umum Kadin Sumatera Selatan, H Affandi Udji, mengungkapkan program ‘Kadin Muara Enim Desaku’ sejalan dengan program pemerintah ‘Satu Desa Satu Produk”’ yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 78/M-IND/9/2007.
Dalam rangka mendukung program Satu Desa Satu Produk, Kadin Muaraenim juga ingin mengembangkan potensi industri kecil dan menengah suatu wilayah untuk menghasilkan satu produk lokal khas yang berkelas global dengan memanfaatkan sumber daya di sekitarnya.
Baca Juga: Bawaslu Segera Tertibkan APK Bacaleg di Wilayah Muaraenim
“Dengan demikian, masyarakat desa tidak hanya bergantung pada hasil alam yang harganya fluktuatif, karena sudah menjadi produk olahan yang punya nilai ekonomi lebih tinggi,” tutur Affandi.
Ketua Program Desaku Muaraenim, Ade Irwansyah, menjelaskan program ini menghadirkan empat pendampingan dan satu pelatihan yakni Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pendampingan Pelatihan Sertifikasi Keamanan Pangan, Pendampingan Surat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta Pendampingan Sertifikasi Halal dan Pelatihan Digital Marketing.
“Selain melahirkan produk unggulan berskala global dengan memanfaatkan sumber daya sekitar, kami berharap program ini bisa menyerap tenaga kerja di wilayah Muaraenim, sehingga melalui orkestrasi ini ada pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat lokal dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui program Kadin Muaraenim Desaku, tercatat 88 produk unggulan yang tengah memasuki pasar modern setelah mendapatkan pelatihan digital marketing, pendampingan akses permodalan, packaging, dan pemasaran.
Selain itu, melalui pendampingan yang dilakukan, terdapat 649 UMKM binaan yang mendapat bantuan untuk memiliki legalitas usaha NIB, PIRT dan sertifikasi halal.
Program ini juga telah menumbuhkan wirausahawan muda di Muara Enim dengan tercatat adanya 500 NIB baru. Hingga akhir 2022, program Kadin Muaraenim Desaku telah melakukan pembinaan di 246 desa dan menciptakan 1.983 UMKM binaan.
”Dari UMKM yang terus bertumbuh ini punya dampak pesat dalam menyerap tenaga kerja, utamanya perempuan. Sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya bekerja domestik, kini turut andil dalam pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.(**)











