Jakarta, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, terus memberikan dukungan yang signifikan kepada para pelaku usaha dalam upaya memperluas jaringan pemasaran produk lokal mereka ke pasar global. Upaya ini bertujuan untuk membantu pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengungkapkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung dan mendampingi pelaku IKM dan UMKM. Dalam hal ini, Pemkab Bogor telah mengambil langkah-langkah konkret, seperti pendampingan dalam hal perizinan, produksi, kemasan, sertifikasi, teknis produksi, manajemen, pemasaran, dan pengembangan jaringan.
“Kami lakukan pendampingan perizinan, produksi, kemasan, sertifikasi, termasuk teknis produksi, manajemen, pemasaran serta memperluas jaringan,” kata Burhan Minggu (24/9/2023).
Salah satu inisiatif yang menonjol adalah upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjadikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) sebagai anggota emas atau gold membership di platform Alibaba.com. Hal ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para pelaku usaha di Kabupaten Bogor agar dapat lebih mudah mengakses pasar global.
Burhanudin juga menjelaskan bahwa Pemkab Bogor telah melaksanakan pelatihan digital marketing bagi UMKM dengan kerja sama bersama platform e-commerce ternama seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Belanja.com, Blibli.com, dan berbagai marketplace lainnya. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat kehadiran produk-produk lokal di platform online yang lebih luas.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2021 yang mengatur tentang pengembangan ekonomi kreatif. Fokus pengembangan ekonomi kreatif diarahkan kepada 16 subsektor yang mencakup berbagai bidang seperti aplikasi dan pengembang game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.
“Saya harap sinergi dan kolaborasi stakeholder untuk sebesar-besarnya memanfaatkan teknologi digital untuk kemajuan dan kesejahteraan UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga akhir tahun 2021, Kabupaten Bogor memiliki sekitar 1.202 industri kecil menengah dengan investasi mencapai sekitar Rp 4,4 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 99.413 orang. Sementara itu, jumlah koperasi mencapai 1.779 unit, dan UMKM formal mencapai 20.967 unit dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 47.414 orang.
Dalam sektor ekonomi kreatif, pertumbuhan UMKM juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Data dari Disbudpar Kabupaten Bogor mencatat bahwa terdapat lebih dari 170 data awal potensi UMKM berbasis ekonomi kreatif, meskipun hanya 73 UMKM yang dapat dikategorikan sebagai ekonomi kreatif.
Dengan upaya yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, diharapkan bahwa IKM dan UMKM di wilayah ini akan semakin mampu bersaing di pasar global dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (bsc)











