Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyayangkan terjadinya peristiwa kebakaran Museum Nasional, Sabtu (16/9/2023) malam.
Hetifah mengingatkan agar stakeholder terkait menerapkan protokol mitigasi bencana dengan sebaik-baiknya.
Sebagaimana diketahui, Museum Nasional kini ditutup akibat kebakaran. Penyebab kebakaran diduga korsleting arus listrik dari bedeng proyek renovasi.
Di mana, peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan satu gedung dan sebuah bedeng pekerja.
“Saya sangat menyesalkan dan prihatin atas musibah dan bencana kebakaran yang menimpa salah satu objek wisata nasional kita yang berharga yaitu Museum Nasional Indonesia. Ke depan, kami menghimbau pengelola Museum dan cagar budaya agar menerapkan protokol mitigasi bencana dengan baik,” ujar Hetifah di Jakarta, Minggu (17/9/2023).
Dia mengingatkan agar seluruh stakeholder yang mengelola museum menerapkan proteksi museum sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010. Di dalam peraturan tersebut, turut mengatur tindakan berupa pelindungan, penyelamatan dan pengamanan museum.
“Dalam menghitung resiko bencana sebuah daerah, kita harus mengetahui bahaya kerentanan dan kapasitas suatu wilayah yang berdasarkan pada karakteristik kondisi fisik dan wilayahnya. Selain itu, perlu disiapkan banyak APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di berbagai titik bangunan cagar budaya untuk memudahkan akses penanganan yang cepat jika bencana kebakaran terjadi,” tuturnya.
Diharapkan, stake holder agar tidak berpangku tangan menerapkan proteksi museum sehingga masing-masing pihak perlu saling bekerja mendukung perlindungan keamanan museum.
Tanpa hal tersebut warisan budaya yang bersifat kebendaan ini tidak akan bisa lestari.
“Keberadaannya penting bagi generasi bangsa kita karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan. Sehingga, ketika ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, kita bisa segera atasi dengan baik,” tegas Hetifah. (duk)











