Jakarta, Sumselupdate. com-Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polisi Republik Indonesia (Polri) melakukan langkah konkret menyikapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara di ASEAN. Kasus kejahatan lintas negara Asia Tenggara sudah sangat meresahkan.
“Komisi III berharap, Kapolri dapat menjadi aktor utama yang mendorong munculnya langkah konkret penyelesaian kejahatan di kawasan,” ujar Sahroni di Jakarta, Selasa, (22/8/3023) merespons digelarnya ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) ke-17 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibuka Presiden Joko Widodo secara daring, Senin (21/8).
Sahroni menilai berbagai kasus lintas negara ASEAN sangat meresahkan dan patut menjadi perhatian. Di antaranya, peredaran narkoba, terorisme, penyelundupan, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Ini semua juga ranah pekerjaan kepolisian. Jadi, Pak Kapolri harus perjuangkan jangan sampai Indonesia jadi sasaran kejahatan dari luar negeri,”tutur Sahroni.
Dia berharap negara yang hadir dalam AMMTC bisa berkomitmen melakukan pemberantasan TPPO.
Menurut Sahroni, TPPO sulit diberantas jika masing-masing negara masih melihat ini dengan tingkat urgensi berbeda. “Terutama soal TPPO, saya rasa perlu ada kerja sama kuat dari seluruh negara yang hadir, untuk memberantas ini,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
Berbagai kejahatan lintas negara perlu menjadi perhatian serius. Sahroni melihat, Indonesia kerap dirugikan dengan kejahatan ini. Berbagai aksi penyelundupan dari luar negeri juga telah memicu timbulnya serentetan tindak kejahatan di dalam negeri.
“Indonesia kerap jadi tempat senjata dan narkoba diselundupkan, WNI jadi objek trafficking, jadi sarang teroris. Intinya, Indonesia jadi tempat ‘nyaman’ bagi kriminal internasional. Ujungnya kriminalitas di dalam negeri ikut meningkat. Ini harus kita perjuangkan diberantas. Untuk itu, harus koordinasi para mitra dari negara ASEAN,” tegas Sahroni. (duk)











