Jakarta, sumselupdate.com – Politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Ratih Sanggarwati, calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan Jawa Timur V Malang Raya (Kota/kabupaten Malang dan Kota Batu) dari Partai Gelora membagikan pengalaman unik saat menjadi Anggota DPR RI Periode 2014-2019.
Ketika itu, Ratih duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan selama 18 bulan dari Mei 2018 hingga Oktober 2019 dari partai lama.
Ratih mengatakan, seorang wakil rakyat memberikan kontribusi yang berarti kepada masyarakat. Salah satu kontribusi adalah membawa beasiswa ke dalam lingkup Komisi X DPR.
“Dalam pengalaman tersebut, kami berhasil membawa beasiswa untuk masyarakat. Apabila saya terpilih akan duduk di Komisi X, maka akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa terdapat sekitar 30.000 beasiswa yang dapat kami berikan. Ini adalah hal yang ingin kami sampaikan kepada mereka,” ujar Ratih di Media Center DPR Jakarta, Selasa (11/7/2023) saat menjadi narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Caleg Artis Dobrak Hegemoni Politik.
Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora ini mengatakan, setiap caleg di Pemilu 2024 harus memperhatikan dengan seksama kebutuhan khusus daerah pemilihannya.
Dia menggambarkan Malang Raya sebagai kota yang kaya akan perguruan tinggi dengan sekitar 90 institusi pendidikan tinggi.
Sehingga setiap kali berkesempatan bertemu dengan akademisi, Ratih berusaha menyampaikan pesan yang relevan dengan dunia pendidikan. Bahkan, ketika melakukan kunjungan kerja di Universitas Brawijaya, Ratih dan rekan-rekan
dari Komisi X mendengarkan para calon profesor tentang beratnya tugas Jurnal. Ratih kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) hingga ada kesepakatan.
“Tidak mudah menyampaikan visi dan misi kepada orang-orang yang anti politik, karena mereka selalu berpendapat memilih seorang calon hanya menghasilkan janji-janji kosong,sesuai dengan pengalaman mereka. Namun, ketika kita sudah bekerja, kita dapat menyampaikan segala hal yang telah kita lakukan,” tegas Ratih.
Penting juga menyampaikan kepada konstituen tugas utama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), adalah terkait pembuatan undang-undang, penganggaran, dan pengawasan.
Ratih menyadari dengan popularitasnya sebagai figur publik, ia memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap masyarakat. Oleh karena itu, ia berusaha memberikan konten berkualitas.
“Para sahabat tidak boleh malas mengisi diri. Jika, misalnya, di komisi IV mencari hal-hal yang berkaitan dengan pemilih, contoh Mas Badai, seorang penyanyi, tampil, dia telah berhasil mendapatkan setengah dari perhatian konstituen,tapi jika dapat menyampaikan apa saja yg dapat disampaikan ke mereka yang berkaitan dengan mitra komisi lV ,waaah perhatian bisa penuh itu,” jelas Ratih.
“Karena pengalaman di Komisi X maka saya menyampaikan bahwa saya akan membawa hal-hal yg berkaitan dengan para mitra ,yaitu Kementerian Pendidikan, Kementerian Pemuda dan Olah Raga ,Kemeterian Pariwisata serta Perpustakaan Nasional kepada masyarakat melalui komisi ini, suara saya akan terdengar jelas. Inilah beban berat kami sebagai figur publik. Ketika kita terlibat dalam partai politik, jangan hanya menjadi pengumpul suara semata,” tambah Ratih.
Ratih menekankan pentingnya memanfaatkan posisinya untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Menjadi pengumpul suara hanya merupakan langkah awal, namun setelah memperoleh suara banyak dan kursi yang signifikan, tanggung jawab tidak berhenti di situ.
Ia harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tugas di komisi yang akan dijalani.
Ratih harus menentukan sikap dalam memilih antara panggung busana dan posisinya di Komisi X. Ia mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan.
jika ia terlibat sebagai juri atau pelatih di acara busana, itu merupakan hal yang berbeda.
“Pengalaman seorang penyanyi atau bidang seni lain berbeda dengan pengalaman kami sebagai peragawati. Tetapi yang paling penting, kami merasa beruntung, orang sudah mengenal nama kami,” katanya.
Ratih menambahkan, akan menggandeng para selebgram lokal untuk mempromosikan dirinya sebagai caleg dapil Malang Raya.
Para selebgram lokal dinilai punya follower atau pengikut sendiri, sehingga akan efektif sebagai media pemenangan.
“Tentu kami juga bekerja di media sosial sendiri, karena punya komunitas saya sendiri yang terhubung dengan politik. Tapi kami akan ajak selebgram lokal bersama-sama untuk promosi kita. Jadi ini keuntungan kami maju di Malang Raya,” katanya.
Ratih yakin Partai Gelora yang mendapatkan nomor urut 7 sebagai peserta Pemilu 2024 lolos ke Senayan dan memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary treshold) 4 persen, meskipun statusnya sebagai partai baru atau pendatang baru dalam kancah perpolitikan nasional, yang baru ikut kontestasi Pemilu 2024.
“Semua pada nanya ke saya, suami saya sampai tanya, susah nggak sebagai partai baru meraih 4% ? susah kalau ketua umumnya bukan Anis Matta. Dan susah kalau Wakil Ketua Umumnya bukan Fahri Hamzah. Itu jawaban saya,” tegas Ratih. (duk)











