HNW: Polisi Harus Usut Tuntas Dan Menindak Tegas Pelaku Teror

Rabu, 3 Mei 2023
Hidayat Nur Wahid

Jakarta, Sumselupdate.com — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid sangat prihatin memasuki tahun politik jelang Pemilu tapi teror terhadap Umat Islam (pribadi, simbol maupun organisasi) di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir terjadi secara beruntun.

Polisi harus menangkap pelaku serta mengusut tuntas dan menjatuhkan sanksi keras terhadap pelaku dan aktor intelektualnya. Berulangnya tindakan teror dan kriminal terhadap tokoh Agama atau simbol Agama juga membuktikan semakin pentingnya RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama untuk segera dibahas dan diundangkan.

Read More

Teror yang meresahkan publik dan secara beruntun terjadi adalah ancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah, warga Australia yang meneror dan meludahi penjaga Masjid, hingga penembakan yang terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Peristiwa teror beruntun di tahun politik jelang Pemilu perlu diwaspadai, agar langkah preventif bisa dilakukan, pelaku dan aktor di belakangnya dapat ditangkap, ditindak tegas dan dijatuhi sanksi hukum yang keras. Agar di tahun politik jelang Pemilu, suasana tetap kondusif, hasil Pemilu bisa menghadirkan Indonesia lebih baik.

“Saya apresiasi aparat kepolisian bisa segera merespons dan menangkap para pelakunya. Tapi, tidak hanya ditangkap, apalagi bila ujungnya pelaku dinyatakan tidak waras seperti kasus teror terhadap Masjid dan tokoh agama Islam sebelumnya. Sangat penting memberikan sanksi tegas dan keras untuk menciptakan efek jera,” ujar HNW melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (3/5).

HNW mengatakan, pengancaman terbuka pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah itu dilakukan oknum aparatur sipil negara dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hanya karena perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri. Padahal, kita semua tahu bagaimana hal ini sudah sering terjadi tanpa masalah, termasuk Pemerintah yang tidak mempermasalahkan juga.

Apalagi kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah bagi negara ini dengan tokoh-tokohnya yang diakui negara sebagai Pahlawan Nasional karena memang jasa besar mereka ikut mendirikan dan membangun bangsa Indonesia.

Terkait aksi warga Australia yang meneror dan meludahi penjaga masjid juga perlu ditindak tegas dan diusut tuntas, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

“Termasuk keresahan banyak warga Bali karena ulah wisatawan luar negeri yang kerap melecehkan tempat yang dihormati atau disakralkan warga Hindu Bali,” tutur HNW.

Dikatakan penembakan kantor MUI saat pimpinan MUI sedang rapat, oleh pria yang sebelumnya mengaku nabi.

“Ini teror sangat berbahaya dan disesalkan. Kalau saja, aparat bisa lebih preventif lebih awal, dengan segera meringkus orang yang mengaku nabi, dan tentunya adalah nabi palsu, bisa saja peristiwa teror di kantor pusat MUI di Jakarta tersebut dapat dihindarkan. Tindakan tegas dan sanksi hukum yang keras diperlukan agar peristiwa serupa jangan sampai terulang,” tegasnya.

HNW mengingatkan di tahun politik membutuhkan kondisi yang kondusif agar demokrasi berjalan dengan baik.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts