Anggota MPR: Pemilihan Sistem Terbuka Sudah Baik

Rabu, 22 Februari 2023
Anggota MPR RI (F.Golkar) Dave Akbarshah Fikarno.

Jakarta, sumselupdate.com – Sistem Pemilu proposional terbuka masyarakat harus mengenal calon pemimpin  dan masyarakat harus merasakan manfaatnya.

Hal tersebut disampaikan anggota MPR RI (F.Golkar) Dave Akbarshah Fikarno  dalam diskusi Empat Pilar “Sistem Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Pancasila”, bersama anggota MPR RI Fraksi Demokrat Wahyu Sanjaya dan pengamat Politik Ujang Komarudin, Rabu (22/2) di Media Center DPR RI Jakarta.

Read More

Menurut Dave, dengan sistem politik  sekarang ini proporsional terbuka, pemilihan kepala pemerintahan pusat hingga daerah, hingga desa secara langsung memberikan otoritas ataupun  amanah, kesempatan bagi rakyat  menentukan siapa orang yang dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Dikatakan, tahun 2004  pertama kali dilakukan sistem semi terbuka,  masih nomor urut, akan tetapi yang mencukupi BPP bisa langsung jadi. Proporsional terbuka  baru berjalan tahun  2009 dan 2014, 2019  sistem pemilu yang secara bersamaan pilpres dan pileg.

“Ini adalah suatu kemajuan dari sistem demokrasi kita, ini yang benar- benar memberikan kesempatan dan  penghematan pada anggaran negara melakukan sistem pemilu tersebut, rakyat bisa memilih, rakyat bisa menentukan calon, dengan melakukan efisiensi  keuangan negara, “jelas Dave.

Politisi Partai Golkar tersebut menambahkan, jangan sampai hanya untuk kepentingan elite oligarki, penguasa ataupun partai, sistem yang sudah bagus itu dirusak, dikembalikan. Sebab, kita dan Partai Golkar  berhasil menggalang dari 7 partai di parlemen  tetap menjaga sistem ini.

Anggota MPR  Wahyu Sanjaya mengatakan,  kalau dibilang sistem Pemilu  sempurna ya ga sempurna. Apa yang terjadi selama ini sudah cukup baik, tingkat partisipasi pemilih  terbaik di dunia. Karena rakyat ingin melihat  calon yang mereka dukung itu bisa membawa ke arah yang lebih baik.

“Kalau  dikembalikan pada sistem tertutup  kita hanya mencoblos logo partai, kesempatan bagi rakyat mengenal  calon menjadi kurang bagus. Masa kita mau balik lagi kesistem tertutup,” papar politisi dari Partai Demokrat tersebut. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts