Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Kopral Dua Ahmad Novrizal merupakan sosok di balik aksi heroik saat mengevakuasi Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono yang helikopter ditumpanginya jatuh di Bukit Tamia kawasan Hutan Kerinci.
Personel TNI Angkatan Udara (AU) yang viral bergelantungan dan berputar-putar saat mengevakuasi Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono.
Dalam rekaman detik-detik proses evakuasi Kapolda Jambi itu, terlihat Kopda Ahmad Novrizal bergelantungan dari ketinggian 25 meter saat proses evakuasi.
Dalam hitungan detik, terlihat evakuasi Irjen Pol Rusdi Hartono ditarik naik ke atas helikopter menggunakan tandu evakuasi atau dargbar, ditemani oleh Kopda Ahmad Novrizal.
Sempat, terjadi insiden menegangkan di mana Irjen Pol Rusdi Hartono dan Kopda Ahmad Novrizal berputar putar hebat di udara, sesaat sebelum akhirnya berhasil dinaikan ke atas helikopter.
Lebih dari sepuluh kali, dragbar itu berputar-putar. Sementara, Kopda Ahmad Novrizal terlihat memeluk erat dragbar Kapolda Jambi, dengan posisi memeluk erat dan bergelantungan di sisi dragbar.
Nah, usai momen menegangkan itu, Sumselupdate.com berkesempatan mewawancarai Kopda Ahmad Novrizal yang sudah berusia 35 tahun dan bertugas di Batalyon Komando 462 Kopasgat Pekanbaru yang memang memiliki spesifikasi SAR dan terjun bebas tempur.
Dalam wawancara eksklusif, Rabu (22/2/2023) pagi, satu hal yang menjadi pertanyaan terhadapnya pasca- evakuasi Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono yang dilakukan Kopda Ahmad Novrizal adalah apakah tidak pusing berputar-putar di udara.
“Kata orang kan pusing. Alhamdulillah tidak. Karena saya penerjun, jadi bisa cepat menyesuaikan diri di medan,” ucapnya.
Diketahui Kopda Ahmad Novrizal saat melakukan proses evakuasi itu bersama dengan tujuh orang personel, yang salah satunya merupakan dokter dipimpin Letkol Pas Junaidi, Komandan Batalyon 462 Kopasgat .
Kopda Ahmad Novrizal bercerita saat proses evakuasi Kapolda Jambi, medan di lapangan cukup sulit. Gelap karena awan, ditambah kecepatan angin mencapai 15 knot.
“Dalam hitungan detik saya diwajibkan untuk bisa mengevakuasi Kapolda Jambi,” tandasnya.
Ia bercerita Irjen Rusdi Hartono terpaksa dievakuasi menggunakan dargbar lantaran kondisinya saat itu tengah kritis.
“Beliau itu mengalami patah tulang punggung dan tangannya, jadi saya dibawa harus menyesuaikan dulu tubuh Bapak Kapolda Jambi sebelum akhirnya ditarik naik ke atas,” ungkapnya.
Tak sendiri, selain mengevakuasi Irjen Pol Rusdi Hartono, tim evakuasi udara dari Kopda Ahmad Novrizal yang menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma TNI AU dengan Noreg H-3211 juga mengevakuasi satu kru Co Pilot yang tersisa.
Terlepas itu, Kopda Ahmad Novrizal mengaku sebagai prajurit TNI yang ditugaskan untuk ikut dalam proses evakuasi Kapolda Jambi, ia merasa sama sekali tidak ada kekhawatiran sekalipun sosok yang bergelantungan bersamanya di udara adalah orang nomor satu Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.
“Yang saya pikirkan saat bergelantungan bersama dengan Bapak Kapolda Jambi itu, hanya bagaimana beliau bisa tetap safety sampai naik ke atas helikopter,” ucapnya.
Terakhir, atas insiden yang menimpa Kapolda Jambi berserta rombongan, ia berharap dapat segera lekas sembuh dan kembali bertugas. (**)











