Kartu Prakerja Pada 2023 Tepat Untuk Mitigasi Risiko Perlambatan Ekonomi

Selasa, 20 Desember 2022
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Jakarta, Sumselupdate.com — Pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan program Kartu Prakerja pada 2023 dengan skema normal. Pelaksanaan mulai kuartal I-2023.

Kepala Pusat Penelitian Kependudukan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nawawi menilai, Kartu Prakerja lebih tepat ketika dilakukan dengan basis praktik langsung.

Read More

“Saya setuju jika pelatihan untuk Kartu Prakerja ini dilakukan berbasis praktik langsung,” kata Nawawi di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Menurut Nawawi, lembaga yang kompeten melaksanakan program itu Balai Latihan Kerja (BLK). Lembaga itu patut bisa selaras dan berkolaborasi dengan industri.

“Satu hal yang menjadi catatan, siapa lembaga yang kompeten melaksanakan pelatihan ini? BLK harus berkolaborasi dengan industri atau lembaga skilling lain,” tegasnya.

Dikatakan, pentingnya proses seleksi peserta yang didasarkan pada kebutuhan peserta sesuai dengan tujuan utama Kartu Prakerja yakni skilling, reskiling, dan upskilling.

“Seleksi peserta harus disesuaikan dengan target sasaran yang membutuhkan. Bisa klasifikasi untuk pencari kerja baru, pekerja terkena PHK, dan yang ingin meningkatkan keahlian di bidang yang dimiliki,” tuturnya.

Meski demikian, Nawawi menyayangkan adanya insentif dalam Kartu Prakerja. Kartu Prakerja idealnya tidak dicampur dengan bantuan sosial (Bansos), sehingga peserta yang mengikuti Kartu Prakerja benar-benar ingin mendapat manfaat berupa keterampilan dan keahlian.

“Tapi sayang untuk yang berikutnya masih saja ada istilah insentif. Kalau insentif ini dihapuskan, artinya mereka yang ingin mendapatkan fasilitas dari Kartu Prakerja, murni karena ingin belajar dan dapat keterampilan baru,” katanya.

Sejauh ini lanjut dia, pengambil kebijakan telah melakukan perubahan kedua atas Peraturan Presiden terkait Kartu Prakerja yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 113 Tahun 2022 yang diikuti dengan perubahan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai peraturan pelaksanaan melalui Permenko Nomor 17 Tahun 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, skema normal merupakan skema program Kartu Prakerja yang lebih memfokuskan bantuan meningkatkan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan juga insentif usai menyelesaikan pelatihan, dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

“Seiring mulai pulihnya pandemi covid-19 yang akan menjadi endemi, Komite Cipta Kerja diharapkan segera menjalankan skema normal dengan pelatihan offline yang merupakan desain awal Program Kartu Prakerja,” kata Ketum Golkar itu.

Ditambahkan, skema normal merupakan skema program Kartu Pra Kerja yang lebih memfokuskan bantuan untuk meningkatkan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif usai menyelesaikan pelatihan, dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

Ekonom INDEF Nailul Huda mengatakan, program kartu Pra Kerja memang seharusnya mengutamakan kualitas SDM. Kalau mau mengembangkan kualitas SDM, fokus saja kartu pra kerja ke program peningkatan kualitas SDM tenaga kerja.

Nailul menambahkan, dengan meningkatkan kualitas SDM, maka daya saing mereka di dunia kerja akan semakin kompetitif.

Dalam masa-masa gelap perlambatan ekonomi dunia, memang ada peluang PHK massal maupun tantangan lain. Namun untuk mitigasi resiko tersebut, pemerintah telah memiliki program lain misalnya. Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Jadi, memang kartu program kartu pra kerja seperti bunglon, ketika covid menjadi semi bansos, ketika terjadi resesi menjadi semi Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),”jelas Nailul.

Dia berpendapat, pemerintah fokus pada pengembangan SDM lewat kartu Pra Kerja. “Saya rasa program kartu pra kerja fokus ke peningkatan kualitas SDM naker kita. Jangan dicampur adukkan dengan program lain yang sudah ada anggarannya juga,” jelas Nailul.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts