Laporan: Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Paska naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu masih menyisakan kekhawatiran yang meliputi masyarakat, khususnya para petani karet, harga karet yang semula normal, kini semenjak naiknya BBM harganya malah menurun drastis.
Seperti yang dikeluhkan seorang petani karet bernama Muh, Roni (36) warga Desa Kota Baru Barat Kecamatan Martapura, OKU Timur ini sangat kecewa dengan harga karet yang mengalami penurunan cukup drastis.
“Harga karet yang semula mencapai Rp12.000 perkilogram, kini hanya Rp7.000 perkilogramnya,” ucapnya. Selasa (20/09/2022).
Dirinya sangat kebingungan, ditengah naiknya BBM dan sembako saat ini, tidak sebanding dengan pendapatan yang dihasilkannya baik perhari maupun perminggu.
“Kendaraan yang kami bawa ke ladang untuk menderes karet membutuhkan BBM. Kenaikan harga BBM benar-benar membawa dampak bagi petani karet, kami harus lebih pandai-pandai mengatur pengeluaran dan mencukupi pendapatan agar tetap bisa makan dan mencukupi kebutuhan anak-anak kami sehari-hari,” keluhnya.
Dirinya berharap, pemerintah daoat menanggapi penurunan harga ini, serta berupaya agar harga karet di OKU Timur tetap stabil. Hal ini demi keberlangsungan petani karet untuk menghidupi keluarganya. Jika harga karet masih terus dibawah standar, dikhawatirkan seluruh petani karet akan gulung tikar.
“Petani karet akan sangat bersyukur jika pemerintah ikut memperhatikan harga jual beli karet, karena dari sinilah kami para petani karet menggantungkan kehidupan dan keluarga,” ungkapnya.
Diketahui, harga karet di daerah Martapura, OKU Timur masih sering turun naik dan tidak sebanding dengan pengerjaan petani setiap hari pergi pagi, pulang sore. (**)











