Warga Diminta Waspada Dengan Virus Cacar Monyet, Begini Penjelasan Dinkes PALI

Senin, 6 Juni 2022
dr. Zamir Alvi

PALI, Sumselupdate.com – Meski belum ditemukan menyebar di Indonesia, namun Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap virus cacar monyet, yang baru-baru ini merebak di benua Afrika.

Hal itu dikatakan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten PALI, dr. Zamir Alvi saat dijumpai media ini, Senin (6/6/2022).

Read More

Selain itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten PALI itu juga menjelaskan, tentang gejala awal virus tersebut masuk ke tubuh manusia.

“Adapun gejala virus cacar monyet sudah masuk ke dalam tubuh dijelaskan dr Zamir adalah demam, sakit kepala, sakit pinggang, nyeri otot, kelelahan, serta adanya pembesaran kelenjar getah bening baik di leher, ketiak, ataupun pangkal paha,” kata Zamir.

Kemudian, Ia juga mengemukakan virus penyebab penyakit cacar monyet dan cacar air berada dalam satu kelompok keluarga virus yang disebut Orthopoxvirus.

“Virus cacar monyet diidentifikasi pertama kali pada monyet pada 1958 di Kopenhagen, Denmark. Sedangkan, kasus cacar monyet pada manusia dilaporkan pertama kali terjadi pada 1970 di Republik Demokratik Kongo, Afrika. Gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar tapi lebih ringan. Sebagaimana penyakit virus lainnya, penyakit cacar monyet ini bersifat self-limited, artinya bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan tergantung dengan ketahanan dan imunitas tubuh setiap orang,” jabarnya.

Namun, masyarakat PALI tidak perlu khawatir terhadap virus cacar air yang akhir-akhir ini diberitakan sejumlah media.

“Pada umumnya, penyakit cacar monyet ini hampir sama dengan cacar air. Dan bagi anak yang telah di vaksin cacar Insyaallah aman. Meski demikian, kita tetap waspadai penyebaran penyakit ini terutama bagi warga yang sering bepergian ke luar negeri,” ujar dr Zamir.

Terlebih saat ini musim haji telah tiba juga yang baru pulang dan akan menjalankan ibadah umroh, dr Zamir menghimbau warga yang hendak berangkat ibadah haji juga umroh untuk menghindari kontak langsung dengan warga asing dari negara yang terjangkit virus cacar monyet.

“Selain menghindari kontak langsung dengan warga negara yang sudah ada kasus cacar monyet juga hindari berfoto dengan hewan misalkan dengan unta saat berada di negara Arab Saudi. Hal itu harus dihindari untuk antisipasi virus cacar monyet masuk ke tubuh kita,” sarannya. (adj) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts