KSPSI Imbau Pemerintah Tidak Akui Kongres Jumhur Hidayat

Senin, 21 Februari 2022

Jakarta, Sumselupdate. com – Ketua Umum DPP KSPSI Yorrys Raweyai mengatakan, manuver Jumhur Hidayat menggelar Kongres X KSPSI abal-abal menodai Organisasi KSPSI. Kongres X yang sedianya diselenggarakan 16-17 Februari 2022 urung terlaksana akibat peningkatan penularan wabah Pandemi Covid-19.

Gelaran Kongres X pun ditunda hingga Juli atau Agustus sambil memperhatikan perkembangan penularan wabah Covid-19, khususnya varian Omicron, serta menyesuaikan kebijakan Pemerintah tentang PPKM level 3.

“Kongres X ditunda hingga Juli atau Agustus. Bukan dibatalkan. Kita harus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama mencegah penularan Covid-19” jelas Yorrys Raweyai bersama Plt. Sekjen, Siti Nur Azizah Aziz, Wakil Ketua Umum, Jusuf Rizal, serta jajaran Pengurus DPP KSPSI dalam Konferensi Pers di Media Center DPR Jakarta, Senin (21/2/2022).

Menurut Yorrys, ratusan peserta dan panitia yang akan dihadirkan dalam Kongres X KSPSI memicu kerumunan dan berpotensi pada penularan Covid-19.

“Kami tidak dapat menjamin suasana tersebut akan terkendali dengan baik di tengah penyebaran omicron yang begitu cepat,” papar Yorrys Ketua Umum DPP KSPSI hasil Kongres Rekonsiliasi 2014.
Yorrys menegaskan, Kongres X yang digelar pada 16-17 Februari 2022 itu, merupakan Kongres ilegal.

“Kongres X di Jakarta beberapa hari lalu itu tidak sah dan abal-abal. Mereka yang menggelar Kongres adalah mereka yang memanipulasi kepesertaan dan menentang kebijakan pemerintah,” kata Yorrys.

Terkait sanksi yang dipersiapkan kepada Jumhur cs, Yorrys telah mempersiapkan.
Ketua Komite II DPD itu.menegaskan, AD/ART KSPSI memiliki mekanisme sanksi, mulai peringatan hingga pemecatan dan pemberhentian.

“Jika dalam waktu dekat, Jumhur dan seluruh peserta yang hadir dalam Kongres X Abal-Abal itu tidak mengklarifikasi tindakan indisiplinernya, kami akan memberikan sanksi maksimal berupa pemecatan dan pemberhentian. Selaku pimpinan DPP, kami akan membekukan organsiasi setiap jenjang dan tingkatan organisasi dari para Pimpinan DPD, DPC serta SPA yang menghadiri Kongres X Abal-Abal itu,” ujar Yorrys.

Dia menambahkan, kesempatan kepada pelaku tindakan indisipliner tersebut untuk kembali ke jalan yang benar.

“Tidak semua hadir karena pembangkangan. Sebagian karena ketidaktahuan serta manipulasi informasi dari para inisiator dan penyelenggara Kongres X Abal-Abal di Jakarta,” papar Yorrys.

Hal itu dilakukan Yorrys demi menjaga citra dan dan kehormatan organisasi agar tidak menjadi preseden buruk di masa datang. Juga untuk menjaga keberlangsungan konsolidasi internal KSPSI yang sedang menata sistem dan kinerja agar berjalan dengan baik.

“KSPSI sedang menata sistem dan kinerja agar berjalan dengan baik. Saya akan menentang segala bentuk perusakan sistem yang dibangun DPP KSPSI dengan susah payah,” tegas Yorrys, Ketua MPR for Papua.

Selain itu, mantan Ketua PP AMPG dan Polhukam Partai Golkar itu juga menghimbau kepada pemerintah dan pengusaha untuk mengabaikan hasil Kongres X yang memilih Jumhur Hidayat secara aklamasi.

“Kami tidak bertanggung jawab atas segala tindakan dan kebijakan yang dihasilkan KSPSI hasil Kongres Abal-abal,” kata Yorrys.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Kongres X diselenggarakan pada 16-17 Februari di Jakarta. Diketahui, lokasi Kongres tersebut mengalami perpindahan tempat setelah sebelumnya direncanakan diadakan di Cipanas, Bogor.

Akibat penolakan masyarakat atas potensi kerumunan massa, pelaksanaan berpindah ke Jakarta. Gelaran Kongres yang dilaksanakan kurang lebih 2 jam tersebut ditengarai untuk menghindari pembubaran dari Satgas Covid-19. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts