Laporan: Alparisi
Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Guna mengantisipasi musim hujan yang dapat mengakibatkan banjir besar yang merusak pemukiman maupun lahan pertanian warga Tanjung Beringin, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kepala Desa di bantu warga mengadakan gotong-royong membersihkan siring (selokan) yang ada di desa mereka.
Dengan dinormalisasi siring yang tersebar di Tanjung Beringin, diharapkan air tumpah air hujan yang berlebihan dapat disalurkan ke sungai.
“Hari ini kita bersama-sama membersihkan selokan agar air hujan tidak tersumbat dan tidak menyebabkan banjir, mengingat desa kita ini termasuk yang rawan banjir,” kata Megi Armansyah, Kades Tanjung Beringin Paiker, Minggu (12/09/2021).
Dikatakan Megi, sebelum kegiatan dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membersihkan selokan yang ada di depan rumah, sawah dan kebunnya masing-masing, termasuk meribas (memotong) tanaman liar yang ada sehingga jalan tidak menyempit.
“Jangan hanya gotong-royong hari ini saja tapi harus di pertahankan menjaga kebersihan selokan dan membuang sampah tidak sembarangan termasuk di depan rumah masing-masing,” tuturnya.
Ia juga menuturkan, kegiatan ini diharapan sebagai pemicu bangkitnya tradisi gotong-royong yang berangsur hilang.
“Dalam kegiatan selain melibatkan bapak-bapak juga diikuti ibu-ibu. Mereka tidak sungkan terjung langsung keselokan,” kataya.
Sementara, Noperman Subhi, Camat Pasemah Air Keruh mengapresiasi budaya gotong-royong yang muncul lagi di desa, khususnya menyangkut kepentingan masyarakat seperti membersihkan saluran air atau jalan yang ditumbuhi rumput liar.
“Sebenarnya budaya gotong royong sudah menjadi tradisi sampai sekarang, khususnya saat ada hajatan yang dikenal dengan istilah beagokan,” jelasnya.
Dikatakan Noperman, sebelumnya di desa Penantian dilakukan pembersihan jalan akses kepemakaman umum di Pagar Jati membersihkan siring sepanjang desa yang selama ini menimbulkan bau tidak sedap.
“Lawang Agung merupakan desa yang masih sangat kental menjaga tradisi gotong royong. Contohnya setiap aktivitas bersawah yang menyangkut kepentingan para petani mereka secara bersama-sama mengerjakannya, bukan dengan cara mengupah,” ucapnya. (**)











