Sengketa Pilkades Tak Kunjung Usai, Masyarakat Pandan Agung Geruduk Kantor Bupati OKU Timur

Selasa, 6 Juli 2021
Unjuk rasa massa dari Desa Pandan Agung, Kecamatan Madang Suku ll, Kabupaten OKU Timur di depan kantor Bupati OKU Timur, Selasa (6/7/2021).

Laporan Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com – Massa dari Desa Pandan Agung, Kecamatan Madang Suku ll, Kabupaten OKU Timur menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati OKU Timur, Selasa (6/7/2021).

Read More

Demontrasi massa ini menuntut Bupati OKU Timur untuk segera menyelesaikan sengketa Pilkades di Desa Pandan Agung.

Terlihat massa yang sejak pagi menunggu Bupati terus melakukan orasi dan meminta Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah, ST untuk memenuhi tuntutan masyarakat dari Desa Pandan Agung ini.

Dodi Hari Utama selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dari Desa Pandan Agung mengatakan, jika aksi unjuk rasa tersebut bertujuan untuk menolaknya pelantikan kades dari desa yang bersengketa.

Menurutnya Bupati OKU Timur harus menyelesaikan dulu sengketa yang ada di 12 desa khususnya Desa Pandan Agung, Kecamatan Madang Suku ll.

Unjuk rasa massa dari Desa Pandan Agung, Kecamatan Madang Suku ll, Kabupaten OKU Timur di depan kantor Bupati OKU Timur, Selasa (6/7/2021).

Ia juga mengatakan, jika pada Pilkades di Desa Pandan Agung Kecamatan Madang Suku ll, Kabupaten OKUT diduga tidak adanya kejujuran.

Sebab sebanyak 31 orang tidak bisa menggunakan hak suaranya dalam pemilihan kepala desa di daerah tersebut.

“Sebanyak 31 orang tidak menerima undangan pada pemilihan kades kemarin, sehingga tidak bisa menggunakan hak pilihnya, hal itu sudah mencederai demokrasi,” ungkapnya.

Selain itu Dodi menyampaikan, jika sengketa Pilkades ini belum selesai namun tetap dilakukan pelantikan kepala desa, dirinya bersama masyarakat di 12 desa yang bersengketa akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi.

“Kami meminta pemilihan ulang, namun jika tidak bisa dipenuhi kami meminta pemilihan untuk orang yang tidak menyumbangkan hak suaranya kemarin,” ucapnya.

Jika pelantikan kades di desa yang bersengketa tetap dilakukan, mereka akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa lebih banyak lagi.

“Jangan salahkan kami pak Bupati jika kami anarkis,” tukasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts