Sumut, Sumselupdate.com – Polda Sumatera Utara telah menetapkan empat tersangka dalam jual beli vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) secara ilegal. Polisi menyebut, tersangka mematok harga vaksin Covid-19 Rp250.000 per dosis untuk satu kali suntikan.
Tersangka SW merupakan agen properti, IW dokter di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, KS (47) dokter di Dinas Kesehatan Sumut, dan SH merupakan ASN di Dinkes Sumut.
“SW bertugas mengumpulkan orang yang mau divaksin dengan membayar Rp250.000. SW selaku koordinasi dan dibantu oleh ASN dari Rutan Tanjung Gusta Medan, yaitu dokter IW,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dikutip dari suara.com (jaringan nasional Sumselupdate.com), Jumat (21/5/2021).
Jual beli vaksin secara ilegal ini telah dilakukan sebanyak 15 kali di 15 tempat. Total masyarakat yang divaksin sebanyak 1.085 orang.
“Dari 15 kali vaksinasi yang dilakukan, SW delapan kali dibantu ASN Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. KS membantu menyuntikkan masyarakat yang sudah membayar,” ujarnya.
Tersangka SW mengaku, vaksinasi dilakukan pada tanggal dan tempat yang sudah ditentukan.
“Setelah teman-teman mengumpulkan dana-dana itu. Saya berikan kepada dokter, tunai dan nontunai. Biayanya Rp250.000. Saya diberikan imbalan uang capek dan lainnya, tidak ada saya minta,” katanya.
Tersangka IW mengaku telah menerima aliran dana itu baik secara tunai dan non tunai.
“Benar saya terima, masuk ke rekening dan ada yang tunai. Vaksin saya ambil dari Dinkes,” jelasnya.
Ia mengaku, biasanya mengirimkan permohonan untuk mendapatkan vaksin. Namun, untuk kegiatan sosial ia memohon secara lisan.
“Pakai (surat) permohonan. Tapi kalau untuk yang sosial pak, saya mohon secara lisan kepada Pak Suhandi, langsung menghadap di kantornya,” katanya.
Seorang petugas vaksinator bernama Sufransyah mengaku, sudah tiga kali melakukan vaksinasi, salah satunya di Jati Residence. Ia mengaku diberi sejumlah uang capek setelah melakukan vaksinasi.
“Setelah kegiatan dua sampai tiga hari ini. Ada uang capek lelah istilahnya uang puding,” jelasnya. (**)











