NI Rilis Survey Kinerja dan Elektabilitas Pilkada di Sumsel, Petahana dan Penantang Punya Kans Sama

Rabu, 1 Juli 2020
Peneliti Nusantara Institut (NI) Abdul Karim

Palembang, Sumselupdate.com — Jelang Pemilukada serentak yang akan berlangsung pada Desember mendatang, sejumlah lembaga survei merilis tingkat elektabilitas calon kepala daerah.

Salah satunya lembaga Nusantara Institut (NI) yang merilis kinerja para Kepala Daerah Calon Petahana dan elektabilitasnya.

Read More

Peneliti Nusantara Institut (NI) Abdul Karim mengatakan, bahwa survei dilakukan pada 22-28 juni lalu dengan 400 responden di setiap 7 Kabupaten.

“Yang kami survei yaitu kinerja pemerintahan dibawa para kandidat petahana dan elektabilitas para kandidat,”ujar Abdul Karim kepada awak media, Rabu (1/7).

Yang pertama, papar Abdul Karim, kinerja pemerintahan di OKU Selatan. 55 persen responden mengaku puas, sedangkan tidak puas 43 persen dan tidak tahu 2 persen.

“Elektabilitas paslon Popo-Solehin 43 persen, kotak kosong 28 persen dan suara mengambang 29 persen,”kata Karim.

Sedangkan di OKU Timur, 62 persen responden mengaku puas dengan kinerja kepala daerah petahana atau wakil bupati. sementara tidak puas 34 persen dan suara mengambang 4 persen.

“Elektabilitas paslon Fery- Meilinda 45 persen, paslon Enos-Yudha 24 persen, Ruslan-Herli 17 persen dan suara mengambang 14 persen,”ungkap dia.

Untuk OKU Induk, respondem yang puas dengan kinerja petahana sebanyak 52 persen, tidak puas 33 persen dan suara mengambang 15 persen. Untuk elektabilitas kepala daerah, Kuryana-Johan 42 persen dan kotak kosong 28 persen sedangkan suara mengambang 31 persen.

Di Ogan Ilir, responden yang puas dengan kinerja petahana sebanyak 66 persen sedangkan tidak puas 24 persen dan suara mengambang 10 persen.

“Di sisi elektabilitas, Ilyas Panji Alam 45 persen dan Ovi 36 persen dan suara mengambang 19 persen,” ungkapnya.

Beralih ke Kabupaten PALI, responden yang puas dengan kinerja kepala daerah 52 sedangkan tidak puas 37 dan suara mengambang 11 persen

“Elektabilitas Heri mencapai 32 persen dan penantang Devi 27 persen dan suara mengambang 41 persen,”ujarnya.

Di Musi Rawas, masyarakat yang puas dengan kinerja petahana mencapai 58 persen, tidak puas 37 persen dan suara mengambang 5 persen.

“Elektabilitas Hendra 28 persen, Firdaus 22 persen, Ratna 19 persen, Akmaluddin 7 persen dan suara mengambang 24 persen,”urainya.

Di Muratara, responden yang puas dengan kinerja petahana 64 persen, 30 persen tidak puas dan 6 persen mengambang.

Untuk elektabilitas, Syarif 31, Wabup petahana Devi 25 persen, Akisropi 18 persen dan suara mengambang 26 persen.

“Petahana maupun penantang untuk di beberapa kabupaten memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Petahana jangan terlalu percaya diri dan yang membuat petahana tidak dipilih masyarakat karena tidak menepati janji politik pada pilkada sebelumnya,” tukasnya.(tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts