Palembang, Sumselupdate.com – Dalam satu minggu terakhir ini, setidaknya dua jenderal datang bersilaturahim dan sharing dengan pengurus PWI Sumsel.
Setelah sebelumnya, Kamis (11/6), orang nomor satu di jajaran Polri di Sumsel, Kapolda Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri MM bersilaturahmi di Kantor PWI Sumsel.
Hari ini, Selasa (16/6), giliran Danrem 044/Garuda Dempo (Gapo), Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, Sip, SSos bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PWI Sumsel.
Dalam kunjungannya, Danrem 044/Gapo dan PWI Sumsel sharing dan bersinergi terkait pencegahan Covid-19, karhutlah, dan radikalisme.
Ketua PWI Sumsel, H Firdaus Komar menjelaskan kegiatan ini dalam rangka silahturahmi kepada seluruh anggota PWI Sumsel, guna meningkatkan kerjasama dan mempererat hubungam silahturahmi antara PWI dan Korem 044/Gapo serta mencari solusi tentang pencegahan masalah Covid-19, dan Karhutla di wilayah Sumsel.
“Wartawan dan TNI, ada tiga hal masalah Pandemi, karhutla dan pencegahan radikallisme, tiga poit itu dasar bagi wartawan melakukan liputan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang baik dan benar,” jelas Firdaus.
Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, SIP, SSos mengatakan, silaturahmi antara Korem 044/Gapo bersama PWI dan menjaga soliditas dalam berbagai kegiatan di bidang informasi, berita, dan keamanan khususnya di wilayah Sumsel.
“Saya sebetulnya dengan PWI seperti dengan orangtua saya, dan saya sudah lama berkecimpung di dunia media, sehingga memang jiwa saya ada di sini kebersamaan yang selama ini telah kita jalin,” ucap Danrem.
Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya berharap ke depan bisa bersenergi yang telah dilakukan bisa lebih solid dan erat dengan kegiatan yang mengedukasi masyarakat dengan PWI.
“Kami berharap soal pemberitaan yang bisa dikomunikasi karena informasi kepada masyarakat agar informasi dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Terkait masalah Kebakaran lahan Hutan (karhutla), pihaknya telah melakukan upaya yang seperti besok sudah melakukan koordinasi dan sudah ditata untuk membuat posko karhutla.
“Saya sudah memantau dari atas dengan pesawat, sudah ada titik titik api, dan sudah kita kasih alat untuk mengetahui letaknya di mana, jadi kita bisa maving untuk mengatasi karhutla, engan mengetahui itu kita bisa segera mencegahnya,” paparnya.
Selain itu, pihaknya saat ini tetap fokus soal penyebaran. Covid-19 dengan cara memberikan informasi dan edukasi untuk tentang bahaya Covid-19.
“Kita harus lebih humanis dan snyeum untuk memberikan informasi soal Covid-19,” singkatnya.
Danrem juga menceritakan bahwa dirinya sangat dekat dengan Palembang dan Sumsel karena dirinya dari lahir dan besar di Sumsel.
“Lahir di sini, besar di sini, mahasiswa di sini, saya mengerti karakter luar dalam di Sumsel karena kita asli wong sini. Saya suka makanan di Palembang, kemudian orang Palembang itu sangat sportif..itu yang saya suka,” pungkasnya. (rel)











