Lagi, Warga OKU Timur Dimakamkan dengan Protokol Covid-19, Ada Apa?

Jumat, 1 Mei 2020
Pemakaman jenazah PDP di OKU Timur

Martapura, Sumselupdate.com – Satu lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meninggal dunia pada Kamis (30/4/2020) sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Charitas Gumawang.

Pasien berjenis kelamin laki-laki berinisial IB (46) tersebut merupakan warga Desa Sidogede, Kecamatan Belitang I, Kabupaten OKU Timur.

Read More

Jenazah almarhum pun langsung dimakamkan sesuai protokol Covid-19 oleh petugas medis pada malam harinya di area pemakaman desa setempat.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Gugus Tugas Covid-19 OKU Timur, sebelumnya pasien yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) tersebut masuk Rumah Sakit Charitas Gumawang tanggal 26 April dalam keadaan pingsan atau sempat dirawat selama empat hari sebelum mengembuskan nafas terakhir.

“Pasien tersebut awalnya berstatus ODP tanggal 2 April dan dinyatakan sehat tanggal 16 April atau 14 hari kemudian setelah proses karantina, dengan riwayat perjalanan dari Bogor. Namun mendadak pingsan dan masuk rumah sakit pada tanggal 26 April,” jelas Jubir Satgas Covid-19 OKU Timur, Yakub melalui pesan Grup WhatsApp, Kamis (30/4/2020) malam.

Ia mengatakan, saat berstatus ODP, pasien tersebut telah dilakukan rapid test dengan hasil negatif. Tim medis juga sudah mengambil Swab test untuk pemeriksaan PCR, yang saat ini sampelnya sudah dikirim ke BBLK Palembang.

“Tentunya kita berharap hasil pemeriksaan PCR nanti negatif supaya kita tetap pada zona hijau,” sambungnya.

Sementara, dari keterangan Direktur RSUD OKU Timur, dr Sugihartono mengatakan, terkait almarhum yang sempat dinyatakan sehat setelah menjalani proses karantina selama 14 hari sebelum pasien mengalami drop dan dirawat di rumah sakit pada 26 April, masih proses pendalaman.

“Ini yang tadi kami diskusikan dengan teman-teman dokter, mengapa ada jeda lebih dari 14 hari. Apakah masa inkubasinya memanjang, atau waktu karantina ada yang berkunjung, atau setelah 14 hari pernah bertemu dengan Orang Tanpa Gejala (OTG). Kita belum tahu, kita tunggu nanti hasil swab test, apakah pasien nanti hasilnya positif atau negatif,” pungkas dr Sugi. (mat)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts