Palembang, Sumselupdate.com – Aparat penegak hukum berhasil mengungkap penculikan seorang baby sitter yang videonya viral di media sosial.
Ternyata video yang dibuat dan menyebar cepat di media sosial pada Selasa (14/4/2020), hanya rekayasa yang dibuat oleh pelaku.
Romiati Wulan Sari (25) merupakan baby sitter yang diduga menjadi korban penculikan. Di mana di dalam videonya korban seakan-akan mau dibunuh dan meminta tebusan kepada majikan sebesar Rp200 juta.
Tersangka sendiri ditangkap oleh anggota Unit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Rabu (15/4/2020) malam.
“Tidak hanya Romiati polisi juga berhasil mengamankan Dedek Nurhayati (18) dan NA (15), membantu membuat video serta penyiksaan yang viral di medsos. Diketahui ketiganya masih ada hubungan keluarga.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi dalam press realese, hari ini, mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat.
Penyelidikan petugas berbuah manis. Ternyata di dalam video tersebut korban dan pelaku yang meminta tebusan ratusan juta kapada korbannya, hanya rekayasa.
“Setelah anggota melakukan penyelidikan intensif, anggota kami berhasil mengungkap dugaan penculikan terhadap baby sitter . Ternyata penculikan tersebut merupakan rekayasa oleh korbannya bernama RW yang saat ini menjadi tersangka,” ujarnya, Kamis (16/4).
Dikatakan Hisar, tidak hanya RW, anggota juga berhasil mengamankan dua orang lainnya DN, NA yang membantu tersangka membuat video tersebut.
Sementara untuk NA dipulangkan petugas lantaran masih di bawah umur dan hanya dilakukan pembinaan.
“Kalau untuk motif tersangka melakukan penculikan rekayasa tersebut faktornya diduga karena ekonomi, namun pengkuan tersangka masih kami dalami oleh anggota kami,” jelasnya.
Dalam penangkapan itu, aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa telepon genggam, tali, sepatu, baju serta pisau yang digunakan pura-pura hendak membunuh korbannya di dalam video tersebut. (tra)











