Palembang, Sumselupdate.com – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda sangat menyesalkan atas kejadian musibah yang menewaskan dua siswa SMPN 6 yang hanyut dibawa arus air anak Sungai Nusi di Jalan Slamet Riady, Lorong Ketapean, No 443 RT 14, Kelurahan 11 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang, Sumsel.
Saat mengunjungi rumah duka, menurut Fitri, kasus yang sama seperti ini terjadi juga ketika pelajar sedang mengikuti kegiatan tambahan di luar sekolah renang di suatu tempat.
“Maka dari itu saya mengajak kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak lepas kontrol baik itu sedang mengikuti pelajaran di luar sekolah maupun bermain di lingkungan sekitar tempat tinggal. Mudah-mudahan ini menjadi suatu peristiwa terakhir. Ke depan saya akan melakukan rapat bersama Dinas Pendidikan untuk membicarakan kembali mengenai jam pelajaran tambahan khususnya di bidang renang,” jelasnya usai mengunjungi rumah duka, Senin (9/3/2020).
Finda mengimbau masyarakat yang berdomisili di seputaran sungai agar lebih memperhatikan anaknya untuk berhati-hati saat mandi di sungai, mengingat musim penghujan di bulan Maret sangat deras sekali dengan tingkat cuaca yang kurang baik.
Sementara itu di tempat yang sama, dua teman bermain korban Rahmad (12) dan Rehan (12) menceritakan awal mula kejadian.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu siang ketika libur sekolah. Pertama sekitar pukul 12.00 mereka melakukan permainan petak umpet. Namun permainan tersebut tidak berlangsung lama, karena mereka harus menjemput salah satu rekannya.
Setelah menjemput temannya itu, mereka akhirnya sepakat untuk mandi di tepian anak Sungai Musi.
“Yo akhirnyo berlanjut untuk berenang. Hari itu dak pulok ujan dan tempat kami berenang itu dak pulok dalem, sehinggo kami langsung terjon bae. Dak lamo dari itu tibo-tibo air deres nian, akibatnyo kawan kami tebawak arus karena mereka berduo dak biso berenang. Jingok kejadian itu salah satu rekan kami yang biso berenang langsung nolong kawan kami. Sembari itu kami langsung mintak tolong dengan warga sekitar,” ujarnya. (rel)











