Sekayu, Sumselupdate.com – Menindaklanjuti janji Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat kunjungan ke Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Oktober 2019 lalu terkait pendirian Politeknik Penerbangan di Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu yang bisa dimulai tahun ini.
Direktur Politeknik Penerbangan Palembang beserta jajaran menemui Bupati Muba H Dodi Reza Alex di Ruang Audiensi Pemkab Muba, Rabu (15/1/2019).
“Maksud dan tujuan kami kesini merupakan tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan terkait rencana pendirian Politeknik Penerbangan Palembang di Kabupaten Muba. Kami juga mau meninjau langsung lokasi serta venue olahraga yang sudah ada di Muba, supaya nanti bisa menjadi sarana olahraga para taruna penerbangan,” ujar Direktur Politeknik Penerbangan Palembang I Gusti Agung Ayu Mas Oka.
Dikatakannya, untuk proses administrasi penyerahan lahan pendirian Politeknik Sekayu tentunya semakin cepat semakin baik, karena pihaknya tahun ini akan mengusulkan anggaran ke pusat untuk pembangunan gedung dan fasilitas lainnya tinggal kepastian status lahan tersebut.
“Tahun ini sudah mulai menerima taruna, dijadwalkan pada bulan Maret 2020 ini dan untuk sekarang program mandiri dulu, sedangkan untuk jurusan kami membuka sebanyak tiga jurusan yaitu, D4 Teknologi Rekayasa Bandar Udara, D3 Manajemen Bandar Udara dan D3 Penyelamatan Kecelakaan Penerbangan Pemadam Kebakaran,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Muba mengucapkan terima kasih kepada Direktur Politeknik Penerbangan Palembang, karena datang langsung jemput bola untuk menindaklanjuti rencana besar mendirikan Politeknik Penerbangan di Bumi Serasan Sekate.
“Kami Pemkab Muba sudah berkomitmen dan serius untuk pendidiran Politeknik Penerbangan ini, nah untuk urusan hibah lahan tersebut sudah secepatnya kami kerjakan, sekarang sedang menunggu penyerahan sertifikat dari BPN, dalam dua minggu ini selesai. Jadi Alhamdullilah pembebasan lahan selesai, nanti penyerahan sekalian dengan sertifikat bandara,” ujar Dodi.
Dikatakan Dodi, dirinya menginginkan tahun ini juga sudah ada groundbreaking pembangunan Politeknik Penerbangan tersebut, jadi tidak terlalu jauh dengan penyerahan hibah lahan.
“Jadi kalau sudah ada groundbreaking kami juga bisa menganggarakan fasilitas pendukung. Sehingga nanti kalau sudah jadi benar-benar jadi suatu komplek kampus yang terintegrasi dengan bandar udara, bisa jadi komplek pendidikan yang bisa jadi contoh di tanah air,” pungkasnya. (rel)











