PALI, Sumselupdate.com – Untuk menghindari amukan massa pasca kejadian satu unit dump truck angkutan batu bara (Angbara) menyeruduk seorang bocah hingga tewas di Desa Beruge Darat Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI, Candra (21) yang merupakan sopir dari angkutan tersebut mengaku melarikan diri ke rumah kepala desa setempat.
Pria yang tercacat sebagai warga Desa Cak Dem, Kecamatan Dangku, Kabupaten Muaraenim mengaku baru empat bulan menjadi sopir truk batubara menuju PT EPI. Ia mengaku punya Surat Izin Mengemudi (SIM) B1 yang dibuat di Lampung.
“Pas aku tabrak, aku mencari rumah Kepala Desa setempat untuk menyelamatkan diri, lalu aku dijemput polisi,” aku pria yang putus sekolah ini, ketika dijumpai awak media di Mapolsek Talang Ubi.
Terpisah, GM PT EPI, Mr Cris pihaknya akan menyetop kendaraan truk batubara yang menuju pelabuhan batubara PT EPI selama dalam proses penyelesaian damai bersama keluarga korban yang ditinggalkan.
“Kami tidak beroperasi dan saya sudah menyetop transportir angkutan batubara untuk tidak menuju ke pelabuhan PT EPI sampai kondisi sudah tenang dan aman, baru kami beroperasi, serta ada penyelesaian dengan keluarga korban,” tegas Mr Cris, usai diwawancarai awak media di Polsek Talang Ubi. (adj)











