Erick Tunjuk Zulkifili Zaini Jadi Dirut PLN, Rudiantara Batal

Sabtu, 28 Desember 2019
Zulkifli Zaini

Jakarta, Sumselupdate.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah resmi menunjuk Zulkifli Zaini menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero). Penetapan dirinya dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero).

Selain itu, ditetapkan pula Amien Sunaryadi menjadi Komisaris Utama. Erick Thohir menetapkan keduanya sebagai bos di PLN dengan mempertimbangkan sepak terjang keduanya.

Read More

“Baik Pak Amien maupun Pak Zulkifli memiliki rekam jejak yang sangat baik, siap berkeringat dan berakhlak. Sama dengan Dirut dan Komut BUMN lainnya. Saya akan intens bertemu secara reguler setiap bulan untuk memastikan berbagai rencana besar yang menjadi prioritas Pemerintah,” ucap Erick Thohir, Senin (23/12/2019).

Penunjukan Zulkifli Zaini cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya santer disebut posisi PLN 1 akan diisi oleh Rudiantara mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) periode 2014-2019. Rudiantara sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil direktur utama PT PLN.

Apa Sebab Rudiantara batal jadi Dirut PLN?

Erick Thohir memaparkan PLN bakal memiliki tugas yang berat mulai dari merealisasikan rasio elektrifikasi 100 di Indonesia hingga menciptakan tarif listrik yang efisien baik untuk masyarakat dan industri.

Selain itu, para pimpinan PLN ini juga ditugaskan untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan sebagai sumber listrik. Salah satu yang harus dipenuhi PLN adalah pemenuhan listrik ramah lingkungan di Ibu Kota Baru.

“PLN juga akan membentuk ekosistem bisnis yang sehat dengan swasta, BUMD dan BUMDes dalam memproduksi listrik. PLN akan fokus pada distribusi,” tegas Erick.

Sebelumnya, Erick Thohir mengonfirmasi ada tiga orang kandidat dirut PLN. Salah satunya eks Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Dengan terpilihnya Zulkifli sebagai Dirut resmi PLN, maka Kementerian BUMN lantas memberikan tanggapan batalnya Rudiantara menjadi bos seperti kabar yang beredar beberapa waktu belakangan.

“Kan sejak awal kami gak ada ngomingin (Rudiantara). Cuma ngomong dia termasuk,” ujar Staf Khusus Menteri BUM Arya Sinulingga di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Ia pun enggan menjawab detail apakah Rudiantara tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan Kementerian BUMN. Satu yang pasti, Arya tidak menutup kemungkinan Rudiantara akan memperoleh jabatan di perusahaan pelat merah lainnya.

“Sampai sekarang belum. Nanti kita lihat. Kalau ada kebutuhan BUMN bisa kita mintakan. Datanya kan udah kita dapat,” katanya. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts