Diknas Sumsel Terus Upayakan Berantas Buta Aksara

Kamis, 8 September 2016
ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan (Diknas) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengupayakan pemberantasan masyarakat buta aksara yang berdasarkan data tahun 2014 dan itu tergolong masih cukup tinggi jumlahnya.

Berdasarkan data yang ada di Diknas Sumsel jumlah masyarakat yang mengalami buta askara atau buta huruf di tahun 2014 sebanyak 94.865 orang, data tersebut menunjukan rata-rata pada usia mulai di atas 15 tahun sampai 59 tahun.

Menurut Kadisdik Sumsel, Drs  Widodo, MPd di ruangan kerjanya, Kamis (8/9), mengatakan, hingga saat ini masyarakat Sumsel masih ada yang buta askara dan jumlahnya cukup signifikan serta mayoritas mereka buta huruf di usia 15 sampai 59 tahun.

“Kebanyakan yang buta huruf ada di desa–desa terpencil lantaran mereka sudah usia lanjut yang dahulu serta akses jalan yang sangat jauh dari sekolah serta keadaan lingkungan hidup di desa,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kebanyakan dari jumlah tersebut adalah buruh, petani yang tidak mau belajar membaca dan menulis padahal pola pikir seperti itu tidak benar.

“Kalau mereka mau belajar serta dapat meningkatkan pengatahuan dan membuka pandangan tentu dapat berdampak luas serta akan meningkatkan taraf hidup bagi mereka,” ujarnya.

Disampaikan Widodo, pihaknya akan berupaya menekan jumlah masyarakat buta huruf melalui kelompok belajar serta akan mengelar pelatihan belajar menulis, serta akan membentuk pelatihan kelompok usaha.

“Dengan begitu saya harapkan mereka mau belajar karena akan berkaitan langsung dengan kesejahteraan mereka. Disamping itu juga mereka juga bisa mengikuti melalui program kejar paket,” katanya.

Dijelaskannya pada 2003-2004, untuk pengentasan masyarakat buta huruf yakni Rp. 350 ribu per orang. Kalau APBN bukan per orang melainkan per program. Diakuinya, data untuk buta aksara ini belum update dan mengunakan data 2014.

Namun pihaknya sudah meminta kabupaten/kota untuk mengirim data terbaru.

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Yos Rudiansyah menambahkan, berdasarkan data susens 2015 angka melek huruf penduduk usia 15 tahun ke atas sangat besar yakni 98.22 persen.

“Artinya hanya 1,78 persen atau kurang dari dua persen masyarakat yang tidak melek huruf,” pungkasnya.(adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts