Sejoli Pembunuh Erwin yang Jasadnya Bersimbah Darah di Pinggir Jalan Berhasil Diciduk, Pengakuannya Ternyata Bukan Cinta Segitiga

Senin, 23 September 2019
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono saat gelar perkara penangkapan sejoli pembunuh Erwin, Senin (23/9/2019).

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Cerita demi cerita di balik kematian Erwin (19), yang jasadnya ditemukan bersimbah darah di pinggir Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan pada Rabu (18/9/2019) malam lalu, memasuki babak baru.

Jika selama ini kematian korban diduga akibat cinta segi tiga, tapi fakta terbaru terungkap.

Read More

Tiga pelaku yang menghabisi nyawa korban, HAN alias Gundul (15), IL alias Kancil (15), dan IM alias Belando (13) sengaja merencanakan aksi pembunuhan itu ternyata, untuk  mengambil harta korban.

Pengakuan ini diutarakan oleh tersangka IL dan IM yang berhasil ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Kota Lubuklinggau sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu, (22/09/2019) di kamar 107 Jalan Cereme, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau.

Di hadapan Polisi IL mengaku menghabisi Erwin bukan karena masalah asmara tapi karena ingin memiliki HP dan sepeda motor Erwin.

“Kami mau ngambik HP dan motornya Pak,,” ungkap IL saat dirilis di Polres Lubuklinggau, Senin (23/09/2019).

IL menuturkan karena yang kenal dengan Erwin hanya IM, oleh sebab itu dia menyuruh IM menghubungi Erwin untuk datang kelokasi yang telah mereka rencanakan.

Setelah membunuh Erwin IL dan IM berencana melarikan diri ke Jambi, namun, niatnya tidak jadi karena keburu ditangkap oleh anggota Satreskrim.

“Senin kemarin rencana kami berdua mau ke Jambi, tapi keburu ketangkap,” ujarnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono mengatakan, semula memang awalnya sempat menduga karena cinta segitika. Namun setelah tertangkap murni karena curas.

“Niatnya mengambil Hp dan motor itu untuk bayar utang, tidak pakai narkoba, tapi pakai lem, sudah setahun terakhir,” paparnya.

Korban Erwin semasa hidup.

 

Dwi menuturkan, hubungan IL dengan IM berstatus pacaran. Kebetulan yang kenal dengan korban yakni IM, akhirnya mereka merencanakan untuk membunuh Erwin

“Jadi tidak ada otak pelaku karena mereka komplotan. Mereka memang sudah merencanakan untuk mengambil barang-barang milik korban,” paparnya.

Setelah mereka membunuh korban mereka berpisah, HAN ditangkap di sekolahnya, Kamis (20/9) lalu, kemudian kedua pelaku ini ditangkap setelah proses penyelidikan.

“Mereka kita amankan saat mereka berkumpul jadi satu di sebuah wisma pesanggrahan,” ujarnya.

Untuk ancamannya mereka dikenakan Pasal 365 Kitap Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) ayat 3 dan 4 dengan ancaman hukuman minamal 20 tahun penjara.

“IL baru keluar dari LP dua bulan lalu akibat mencuri, dia ditahan selama tiga bulan. Sebelumnya IL juga dilaporkan dalam kasus penganiayaan statusnya DPO,” terangnya.

Sebelumnya, polisi menangkap tersangka, HAN (15) alias Gundul, warga Jalan Bengawan Solo, RT 09, Kelurahan Ulak Surung sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis (19/09/2019) ketika pulang sekolah.

Tersangka HAN memukul wajah korban, sedangkan tersangka IL menusuk dada korban dengan senjata tajam tepat di ulu hati dan tersangka IM berperan memancing korban datang ke lokasi pertemuan mereka.

Sementara itu tersangka HAN mengakui atas perbuatannya ikut mengeroyok korban Erwin. “Saya tidak kenal dengan korban, saya teman IL. Dan saya menyesal pak,” pungkasnya.

Peristiwa pembunuhan itu bermula ketika korban Erwin ditemukan tewas dibersimbah darah di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Rabu (18/9/2019) malam.

Menurut Iwan, paman korban kepada wartawan menceritakan, sebelum kejadian Erwin menerima telepon dari pacarnya dan memintanya datang untuk bertemu di Pasar Satelit. Lalu korban mengajak temannya menuju tempat tersebut.

Dalam perjalanan pacar Erwin kembali menelpon dan memintanya untuk datang seorang diri. Akhirnya sebelum bertemu pacarnya korban meminta rekannya menunggu ditempat yang agak jauh.

“Tidak berapa lama peristiwa itu terjadi Erwin turun dari tebing jalan dalam keadaan terluka parah,” pungkasnya. (and)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts