Jakarta, Sumselupdate.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sedang menelusuri temuan bahan makanan kadaluwarsa. Menurut Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto, jajarannya menemukan beberapa jenis bahan makanan yang lewat masa pakainya, salah satunya udon.
Ari menuturkan, investigasi Polri terhadap bahan makanan kadaluwarsa ini tidak jauh dari penyidikan vaksin palsu.
Saat itulah, Polri menerima informasi bahwa ada restoran di salah satu mal di Jakarta yang menggunakan bahan makanan kadaluwarsa.
“Lalu kami investigasi. Kami temukan di situ salah satu bahan udon, dari tepung ikan yang kami lihat memang sudah kadaluwarsa,” tutur Ari Dono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9) sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com.
Dari restoran itu, pihak Bareskrim menemukan lembaran delivery order yang mencantumkan alamat sebuah gudang.
Penyelidik Polri langsung bergerak dan kembali menemukan bahan makan kadaluwarsa di gudang tersebut. “Beberapa kilo tepung ikan yang memang sudah expired tapi dilapis lagi seolah masa berlakunya ada,” kata Ari Dono.
Polisi melihat ada tindak pidana pemalsuan dalam penggunaan bahan makanan kadaluwarsa. Namun, untuk mengetahui apakah bahan-bahan makanan tersebut berbahaya, Polri melakukan serangkaian pengujian.
“Sementara kami masih dalam proses laboratorium forensik. Hanya ada di satu tempat restoran makanan,” ucap Ari Dono.
Seperti dikutip Tempo.co, restoran waralaba Pizza Hut, Pizza Hut Delivery (PHD), dan Marugame Udon diduga pernah menggunakan bahan pangan kedaluwarsa.
Dalam dokumen yang diperoleh Tempo dan BBC Indonesia, tertulis puluhan paket bahan makanan yang dipakai ketiganya.
Paket itu terbagi ke dalam belasan jenis bahan. Salah satu bahan itu adalah bonito powder atau tepung bonito yang digunakan untuk perasa ikan.
Ada 12 paket tepung bonito yang masa simpannya ditambah melewati tanggal kedaluwarsa. (adm3)











