Kayuagung, Sumselupdate.com – Pasca bentrok antar warga di Mesuji OKI dan Lampung baru-baru ini, kondisi hingga kini tetap kondusif. Bahkan untuk memastikan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), bersama aparat TNI/Polri meninjau lokasi kejadian secara langsung.
“Hingga kini, situasi masih terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir, kita percayakan kepada aparat keamanan mari sama-sama menjaga kondusifitas,” kata Bupati OKI diwakili Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesra, Drs H Antonius Leonardo, MSi, saat menyambangi keluarga korban bentrok di register 45 Mesuji Lampung, Kamis (18/7/2019).
Antonius menghimbau seluruh pihak untuk merajut persaudaraan, dan kerukunan juga menahan diri dan jangan sampai terprovokasi.
“Kami Pemerintah Daerah sangat berbela sungkawa juga merasakan kesedihan keluarga namun kita harus ikhlas, menahan diri dan sabar,” ungkapnya.
Sementara Kapolres OKI, AKBP, Doni Eka Saputra memastikan kondisi Pematang Panggang Mesuji OKI kondusif hingga saat ini dan masyarakat beraktivitas seperti biasa. Kendati demikian, kata Kapolres pihaknya dan jajarannya tetap siaga untuk menghindari hal yang tidak
diinginkan.
“Kondisi kondusif, namun kita tetap siaga kita sebar personil untuk berjaga bahkan ada bantuan personil dari Brimob dan Polda,” ujarnya.
Dony juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi. Apalagi mendengar sudah ada pesan berantai melalui media sosial yang menyatakan kondisi di Mesuji OKI tidak aman.
“Tidak benar itu, Kita himbau agar masyarakat tidak panik dan semua harus tenang. Percayakan penyelesaian konflik ini kepada TNI dan Polri. Sebab, jumlah personil gabungan TNI dan Polri baik di Meuki OKI maupun Mesuji Lampung yang disiagakan dilokasi sudah cukup untuk mengamankan TKP,” ungkap Kapolres.
Sejak bentrok terjadi, lanjutnya, aparat sudah melakukan pengamanan dalam rangka meredam situasi, melokalisir, dan meredam konflik yang sudah berjalan. Selain itu, korban seluruhnya sudah dibawa ke RS rumah sakit untuk diberikan pertolongan dan yang meninggal dunia sudah dimakamkan. (ban)











