Tel Aviv, sumselupdate com – Menteri Pendidikan Israel Rafi Peretz mengatakan dia meyakini apa yang disebut “terapi penyembuhan gay” dapat berhasil. Sikap Rafi Peretz memicu kecaman luas.
“Saya pikir mungkin saja,” kata Peretz, seorang rabi Ortodoks, kepada saluran TV Israel Channel 12. Dia menambahkan bahwa dia memiliki “pemahaman yang sangat mendalam akan isu ini”.
PM Benjamin Netanyahu mengatakan pernyataan seperti itu “tidak dapat diterima”. Politisi dan kelompok-kelompok gay juga menyuarakan kritik. “Terapi penyembuhan gay” telah banyak didiskreditkan di seluruh dunia.
Terapi ini berusaha mengubah orientasi seksual seseorang melalui cara psikologis, spiritual, dan kadang-kadang fisik.
Kisah pria Amerika Serikat melarikan diri dari ‘penyembuhan gay’ di Afrika
‘Pemeriksaan dubur terkait seks anal’ di Kenya digugat
Zanzibar menahan 20 orang atas tuduhan homoseksual
Pendapat Peretz
“Saya pikir mungkin saja mengubah [orientasi seksual seseorang],” kata Peretz, pada Sabtu.
“Saya memiliki pemahaman yang mendalam akan isu pendidikan, dan saya telah melakukannya.”
Dia menggambarkan bagaimana dia bertindak ketika seorang gay bercerita tentang kecenderungan seksualnya.
“Pertama-tama, saya memeluknya. Saya mengatakan hal-hal yang menerimanya. Saya mengatakan kepadanya, ‘Mari kita berpikir. Mari kita belajar. Dan mari kita renungkan.’
“Tujuannya adalah untuk dia pertama-tama mengenal dirinya dengan baik… dan kemudian dia akan memutuskan,” kata Peretz.
Dia kemudian berusaha mengklarifikasi komentarnya, mengatakan dia tidak bermaksud bahwa anak-anak gay harus dikirim ke “terapi penyembuhan”, dilaporkan Jerusalem Post. (adm3/dtc)











