PALI, Sumselupdate.com – Cuaca yang tidak menentu belakangan ini membuat para petani sayur di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merugi. Pasalnya, dampak perubahan itu membuat hama ulat mulai menyerang tanaman sayur, seperti bayam dan kangkung.
Seperti yang terjadi di perkebunan sayur warga di Keluarahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi. Para petani memilih pasrah dengan cuaca yang selalu berubah-ubah ini, karena membuat ulat muncul dan merusak tanaman.
Kancil (42), salah satu petani setempat mengatakan, bahwa hasil panen sayurnya jauh menurun akibat cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, karena tanamnya banyak yang diserang hama dan mengalami busuk.
“Akibat cuaca saat ini yang kadang panas terus mendadak hujan, membuat hama ulat muncul dan merusak tanaman sayur. Ditambah lagi dengan tanaman sayuran yang menguning dan membusuk,” ujarnya, Senin (17/6/2019).
Dikatakanya, omsetnya yang biasa di atas Rp10 juta per bulan kini hanya sekitar jutaan setiap bulannya. “Jadi sebulan terakhir ini akibat cuaca kami cukup rugi dan memang tidak bisa dihindari,” katanya.
Sementara, Ramses (23), salah satu pembeli sayuran tersebut mengaku, bahwa saat ini permintaan di pasaran memang cukup tinggi, namun hasil panen petani yang mengalami penurunan.
“Kami cuma sekadar membeli hasil sayur yang ada di petani, dan kembali dijual di pasar dan warung-warung yang ada di wilayah Pendopo. Kami juga berharap dengan cuaca yang berubah ini bisa kembali normal,” pintanya. (adj)











