Palembang, Sumselupdate.com – Sriwijaya FC sudah bisa dipastikan akan memakai formasi 4-2-3-1 pada Liga 2-2019. Namun pelatih kepala Sriwijaya FC belum mau memastikan komposisi terbaik setiap lini Laskar Wong Kito.
Menurut Kas Hartadi semua pemain masih punya peluang sama untuk menempati posisi inti. Namun kalau melihat skema latihan beberapa hari terakhir starting eleven Laskar Wong Kito sudah bisa diprediksi.
Untuk posisi penjaga gawang seperti bakal jadi milik Galih Sudaryono. Wajar jika dia terpilih menjadi penjaga gawang utama. Sebab, Galin merupakan penjaga gwang paling senior dibandingkan dengan dua penjaga gawang lain, Alex Sander dan Hendra Molle.
Lantas untuk posisi dua defender sepertinya jadi milik Ambrizal dan Bruno Casimir. Ambrizal masuk kandidat inti karena sudah ditetapkan sebagai kapten.
Sedangkan Bruno masuk kandidat pilihan utama karena statusnya sebagai pemain naturalisasi. Bruno juga sangat bergengalaman.
Kemudian bergeser ke bek kanan tidak salah jika bakal dipasang M Zaka. Meski masih muda Zaka punya permainan cukup menawan.
Beralih untuk posisi bek kiri pilihan terbaik bisa jadi milik Yericho. Dia adalah pemain yang memiliki kemampuan bertahan cukup baik.
Sementara untuk posisi dua gelandang bertahan nama Hapit Ibrahim dan Ryan cukup patut disandingkan. Duet Hapit-Ryan ini sudah cukup terlihat padu dalam sesi latihan.
Beralih ke posisi winger kiri, tidak salah jika pelatih Kas Hartadi menempatkan Edy Gunawan. Pemain yang sebelumnya berposisi sebagai bek kiri ini cukup bagus main di posisi bek kiri.
Untuk posisi sayap kanan ada dua pilihan. Rizsky Dwi Ramadhana dan Siswanto. Namun, Siswanto baru saja sembuh dari cedera. So, Rizsky masih sangat berpeluang jadi pilihan utama.
Untuk barisan lini depan, Yongki Aribowo bakal diandalkan sebagai penyerang pelayan. Dia akan berdiri dibelakang striker tunggal yang kemungkinan akan di tempati Airlangga Sucipto.
“Kita masih belum bisa pastikan siapa saja strating eleven musim ini. Bagi saya semua pemain, sama tinggal persiapan, dan kesiapan baik saat latihan maupun bertanding. Siapa pemain yang paling siap akan kita turunkan duluan,” ujarnya.
Termasuk line up yang bakal dimaksimalkan hadapi Perserang Serang, Banten, pada laga perdana Liga 2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu 23 Juni 2019.
“Mudah-mudahan pemain kita bisa main semua hadapi Perserang,” jelasnya.
Airlangga Sucipto merupakan pemain paling mahal Sriwijaya FC di Liga 2-2019. Menurut sumber internal Sriwijaya FC, banderol Ronggo, sapaan akrabnya, lebih tinggi dibandingkan pemain naturalisasi asal Kamerun ini.
Namun saya ia tidak mau menyebut berapa angka pasti mantan pemain Persib Bandung tersebut. “Musim ini dari 22 pemain yang sudah didaftarkan Airlangga Sucipto yang paling mahal,” terangnya.
Yang pasti pemain Sriwijaya FC musim ini tidak semahal musim lalu. Begitu juga dengan honor jajaran pelatih. Kalau melihat proses transfer musim lalu nilai Ronggor tidak sampai Rp700 Juta.
“Boleh mahal tapi mainnya tetap jangan jual mahal saja. Tetap harus all out,” tambah dia.
Dia menambahkan Ronggo termasuk pemain paling mahal itu belum termasuk Hilton Moriera. Ya, pemain berpaspor Brasil yang sedang menunggu proses naturalisasi Warga Negara Indonesia (WNI) ini tidak termasuk dalam 22 pemain yang didaftarkan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku pengelola Liga 2. (tra)











