Sengketa Lahan, Petugas Keamanan PT GPI Bentrok Dengan Warga, 3 Orang Tewas

Sabtu, 3 September 2016
Dua korban meninggal dunia akibat bentrok berdarah di lahan perkebunan PT GPI berada di kamar mayat RSUD Sekayu, Sabtu (3/9).

Sekayu, Sumselupdate.com –Kasus sengketa lahan di PT Gatri Peconina Industri (GPI) di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), berakhir bentrok berdarah.

Bentrok tersebut antara petugas keamanan perusahaan sawit tersebut dengan warga yang melibatkan kelompok Madani yang berasal dari Kelurahan Kayu Are, Kecamatan Sekayu.

Read More

Akibat peristiwa yang terjadi, Sabtu (3/9) pagi tadi, tiga orang tewas terkena tembakan dan luka bacokan senjata tajam dan dua orang luka berat.

Data di lapangan, tiga korban tewas adalah petugas keamanan PT GPI yakni Mustakim (39), warga Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh. Korban menemui ajal setelah menderita luka bacok pada bagian kepala dan leher.

Korban tewas lainnya Irawan (30), warga  Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh. Dia meregang nyawa tertembak pada bagian dada sebelah kanan.

Kemudian,  Tarmizi (31), warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh yang meninggal dunia terkena tembakan di dada sebelah kanan.

Sedangkan yang mengalami luka Gunawan (25), warga Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh. Gunawan mengalami luka tembak pada bagian tangan sebelah kanan.

Korban luka lainnya, Arikasim (25), warga Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu. Dia mengalami luka bacok pada tangan bagian kanan. Saat ini baik Arikasim dan Gunawan dirawat di RSUD Sekayu.

Kapolres Muba AKBP Julihan Muntaha melalui Kasat Reskrim Polres Muba, AKP N Edyanto SIk mengatakan, tiga korban tewas semuanya dari petugas keamanan KUD yang menjaga perkebunan sawit PT GPI.

Menurut dia, pascakejadian ini, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti pistol rakitan dan senjata tajam.

Data dihimpun, peristiwa berdarah ini bermula kelompok Madani yang berjumlah 20 orang mendatangi lokasi kejadian. Sampai di lokasi, warga hendak memasang di Blok J plasma PT GPI.

Saat memasang portal, datang petugas keamanan PT GPI yang menghalangi aksi Madani. Rupanya pencegahan petugas keamanan perusahaan ini, membuat warga gerah dan cekcok mulut tak terhindarkan.

Buntut dari cekcok mulut itu, bentrok tak bisa dihindarkan. Akibatnya tiga korban ambruk diterjang peluru dan bacokan senjata tajam. Sedangkan dua lainnya luka parah. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts