Meski Sempat Diserang Hama, Kabupaten PALI Tetap Panen Raya 5,8 Ton/Hektar

Kamis, 1 September 2016
Bupati Bupati PALI Heri Amalindo

PALI, Sumselupdate.com – Meski sempat diserang hama ulat grayak, namun para petani di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tetap mampu mempertahankan produksi 5,8 ton/hektar gabah. Produksi ini termasuk menurun dari produksi tahun lalu sebesar 6,2 ton per hektar.

Hal ini terungkap saat panen raya di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Kamis (1/9). Panen raya ini  dihadiri langsung Bupati PALI, H Heri Amalindo, didampingi Field Manager Pertamina Adera, Hari Widodo.

Read More

Heri Amalindo memberikan apresiasi kepada para petani yang tidak putus asa menghadapi serangan hama. Terbukti, penurunan produksi gabah tidak terlalu signifikan.

“Ke depan kami harapkan para petani untuk terus berkreasi sehingga pendapatan dapat meningkat meski produksi menurun. Kreativitas itu dengan cara melakukan tumpang sari, baik bertanam palawija maupun unggas,” kata Heri di hadapan ratusan petani yang hadir.

Heri juga menekankan kepada kepala desa dan PPL untuk aktif melaporkan kepada pemerintah persoalan yang terjadi di lapangan. Keluhan para petani terkait minimnya air bahkan serangan banjir agar dilaporkan untuk dilakukan pembenahan agar keluhan serupa tidak terjadi lagi.

“Kalau petani mengeluh sering banjir sehingga dibutuhkan tanggul atau pompa air hendaknya dilaporkan. Sehingga kami bisa melakukan upaya agar produksi para petani tidak terganggu. Petani bekerja meningkatkan produksi dan kami sebagai Pemerintah melakukan upaya untuk menyediakan sarana, peralatan dan membuat pembenahan sungai. Inilah yang dimaksud sebagai kerja sama. Petani tidak perlu resah karena banjir, biarkan kami Pemerintah yang berpikir bagaimana caranya agar banjir bisa diatasi,” papar Heri.

Heri berkeinginan kejayaan Kecamatan Tanah Abang sebagai lumbung pangan di era 70-80an bisa kembali dicapai.

“Kita harus menjadi lumbung pangan. Sawah yang ada kita tingkatkan produksinya melalui teknologi. Dan kita juga terus berupaya membuka lahan persawahan baru, seperti yang kami lakukan di Pengabuan dengan membuka sawah baru seluas 2.300 hektar,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, secara simbolis Heri Amalindo menyerahkan hand tractor dan mesin pemanen padi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Torus Simbolon SP mengungkapkan dalam musim ini, petani berhasil melakukan panen di lahan seluas 600 hektar dengan produksi gabah sebanyak 4.760 ton padi dengan sistem Jajar Legowo.

“Tahun depan kami yakin produksi bakal meningkat dengan dibenahi ya beberapa infrastruktur pendukung seperti normalisasi sungai, pembuatan tanggul dan pemberian peralatan kepada para petani. Ditambah lagi dengan berhasil dibukanya  lahan sawah baru seluas 2.350 hektar lagi,” jelas Torus.

Torus juga menjelaskan, beberapa petani yang melakukan panen raya kali ini juga merupakan  lahan milik petani yang dibina langsung oleh PT Pertamina EP Asset II field Adera. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts