Ternyata di PALI Ada Wisata Buah Lengkeng

Kamis, 24 Januari 2019
Pemilik kebun menunjukkan tanaman buah lengkeng.

PALI, Sumselupdate.com – Tidak banyak warga yang mengetahui jika di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terdapat sebuah lokasi wisata buah Lengkeng dengan luas delapan hektar. Pengunjung bisa memetik sendiri dan menikmati buah lengkeng sepuasnya dengan hanya membayar retribusi sebesar Rp25.000.

Lokasi wisata buah itu berada di kawasan Kalimancala, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Pemiliknya adalah pasangan Samsuar Teguh (68) dan Sutinah Cik Mat (59) yang telah merintis kebun buah itu sejak sekitar 10 tahun dengan menanam berbagai buah-buahan, seperti durian, jambu Jamaica, jeruk dan lainnya.

“Kalau total seluruh tanaman lengkeng ada sebanyak 730 batang. Tapi, menanamnya bukan sekali tapi berangsur-angsur sampai sebanyak 730 batang itu,” ucap Samsuar saat ditemui di kebun sekaligus rumahnya, Kamis (24/1/2019).

Diungkapkannya, dari 730 batang yang ditanamnya ada enam varietas buah lengkeng yakni Runway, Aroma Durian, Diamond, Kristal, Pimpong dan Lengkeng Merah. “Rencananya kami akan menambah varietas lainnya hingga seluruh varietas yang jumlahnya ada sembilan varietas bisa kita tanam semua,” ungkapnya.

Namun, untuk penjualan buah lengkeng itu, dibeberkan Samsuar, jika mereka tidak menjualnya ke pasar. “Para pembeli lah yang datang langsung ke kebun. Jadi kami tidak menjualnya di pasar. Untuk satu kilogramnya kami jual antara Rp20 ribu sampai Rp25 ribu,” bebernya.

Selain tanaman buah lengkeng, dijelaskannya, mereka juga menanam buah-buahan lainnya. Namun, memang lebih dominan tanaman buah lengkeng sehingga buah-buahan lain tidak terlalu banyak seperti jeruk, jambu jamaica, cempedak dan durian.

“Kalau untuk tanaman durian ada 67 batang terdiri dari 30 batang durian montong dan 37 batang durian lokal. Untuk tanaman jeruk lumayan banyak karena hampir seluruh penjual minuman di Pendopo membeli di kebun kita ini,” jelasnya.

Menurutnya, mereka memilih tanaman lengkeng untuk ditanam, karena harga jual buah lengkeng tetap stabil. Belum lagi, tanaman lengkeng tidak berbuah hanya sekali dalam setahun melainkan terus menerus.

“Kalau dalam setahun itu ada sekitar tiga kali berbuah lebat. Tapi, sifatnya buah lengkeng itu, kalau berbuah tidak seluruh dahan berbuah. Jadi setelah kita panen, tidak lama di dahan yang lain akan berbuah lagi. Istilahnya itu, buah lengkeng tidak berhenti berbuah,” tukasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts