Palembang, Sumselupdate.com – Petugas gabungan Ditreskrimum Polda Sumsel dan Satreskrim Polresta Palembang kini masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para saksi terkait tewasnya Fransiskus Xaverius Ong (45) bersama istri serta kedua anaknya dengan kondisi luka tembak di bagian kepala.
Kabar tewasnya Ong itu diketahui petugas dari pembantu yang menemukan korban dan anaknya sudah tidak bernyawa lagi di dalam kamar kediaman mereka di Jalan Villa Kebun Sirih, Blok A18, RT5/1, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang.
Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 6.00 Dewi (28) dan Sarah (20) hendak beraktivitas untuk membuat sarapan serta membersihkan rumah. Saat masuk kamar Rafael, Dewi dan Sarah dibuat terkejut melihat korban dalam keadaan tertelungkup bersimbah darah dan ditemukan luka bekas tembakan di kepala, hingga ia pun berteriak minta tolong.
Para tetangga yang mendengar teriakan itu, langsung datang ke rumah korban bersama Purwadi, Ketua RT setempat. Usai menemukan anak korban, mereka langsung menghubungi pihak kepolisian.
Pukul 7.30 anggota Polsek Kalidoni dan Polda Sumsel datang ke lokasi menemukan tiga korban lain yang juga tewas tertembak di bagian kepala, yakni Kathlyn Fransiskus, anak perempuan korban dalam keadaan telentang di dalam kamar.
Selanjutnya Fransiskus Xaverius Ong dan Margaret Yentin Liana dengan tertembak didagu dalam satu kamar. Senjata api jenis revolver pun terlihat masih digenggam oleh Ong saat ditemukan tewas.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan kasus ini masih dilakukan pendalaman, apakah korban bunuh diri ataukah menjadi korban pembunuhan hingga menyebabkan mereka tewas. “Motif masih didalami apa penyebab korban tewas, anggota masih bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti,” kata Budi.
Tak hanya Ong serta anaknya yang tewas, dua anjing peliharaan mereka juga ditemukan mati di dalam bak kamar mandi rumah dengan luka tembakan di kepala. Kedua anjing itupun ikut dibawa petugas ke rumah sakit Bhayangkara untuk mengangkat peluru yang masih bersarang. “Hasil otopsi nanti akan dilihat, peluru itu dari mana dan senjata itu organik atau bukan dari hasil uji balistik,” ujarnya.
Secarik kertas surat wasiat tulisan tangan yang diduga dibuat Ong juga sempat ditemukan petugas kepolisian. Dalam surat tersebut, tertulis jika Ong mengeluh kepada dua anjing peliharaan nya yang juga ditemukan mati di dalam bak rumah.
“Aku sudah sangat lelah, maafkan aku. Aku sangat sayang dengan anak dan istriku.. Choky dan Snowy, aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini,” tulis surat tersebut yang terpajang di meja kerja korban.
Ong diketahui pernah menempuh pendidikan di SMA Xaverius kota Lubuklinggau angkatan 1992. Sebelum tewas, sekitar pukul 2.48, Ong sempat mengirimkan pesan di group Whatsapp alumni XAV92 seperti nada untuk berpisah selamanya.
“Maafkan aku… Teman-teman… Kenanglah kebaikan ku saja jangan membicarakan kejelekanku… Jalan kalian masih panjang” tulis Ong di grup whatsapp mereka.
Tulisan tersebut sempat dibalas oleh rekan-rekan korban yang ada di dalam group. “Ngomong apo kau mat jam 3 fajar (bicara apa kamu mat jam 3 fajar),” balas kontak yang bernama Atin Juga didalam group tersebut
Capture tulisan itupun didapatkan pihak kepolisian dari ponsel milik korban. Selain pesan nada berpamitan, dua lembar kertas tulisan tangan pun didapati polisi di ruang kerja Ong. Seluruh temuan itupun kini telah disita polisi sebagai barang bukti untuk menyelidiki kasus tersebut.
“ Baik tulisan atau pesan di handphone, semuanya akan dicocokan, kita masih mendalami kasus ini,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto. (tra)











