2 Hari Pasca Dilantik, Gubernur Sumsel Langsung Ngantor

Rabu, 3 Oktober 2018

Palembang, Sumselupdate.com – Sejak hari ini, Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya mulai berkantor di Pemprov Sumsel. Keduanya datang ke gedung Pemprov secara beriringan sekitar pukul 13.10 dan langsung meninjau ruang kerja masing-masing.

Selanjutnya HDMY begitu biasa mereka disapa langsung meninjau sejumlah ruangan. Ruang pertama yang dikunjungi adalah ruang kerja gubernur, lalu dilanjutkan ke ruang rapat wakil gubernur.

Read More

Di ruang rapat wakil gubernur ini, Herman Deru dan Mawardi sempat duduk sebentar dan berbincang dengan Sekda Nasrun Umar yang didaulat menjadi guide untuk mengantar gubernur anyar tersebut berkeliling kantor.

Sambil duduk dan bersandar di sofa ruangan wakil gubernur, Herman Deru yang hari itu mengenakan kemeja cokelat tampak begitu menikmati fasilitas yang ada. Dia bahkan menyarankan mengembalikan arsitektur bangunan utama gedung Pemprov kembali seperti bentuk aslinya.

Menurutnya keaslian bangunan gedung Pemprov yang akan ditempatinya lima tahun ke depan ini patut dikembalikan karena kreasi arsitekturnya merupakan kreasi dari Bapak Poklamator yang juga Presiden Republik Indonesia yang pertama, yakni Soekarno

“Saya sudah cari-cari di google tentang sejarah bangunan ini. Usianya sudah lumayan. Nanti akan kita renovasi dan kembalikan ke bentuk semula. Dulu arsitektur awal gedung ini mirip Hotel Indonesia. Itu kreasi pak Soekarno,” ungkapnya.

Usai berbincang sejenak soal sejarah itu, kedua pemimpin baru Sumsel tersebut melanjutkan meninjau balkon yang berada persis di atas air mancur. Di sini, Herman Deru, Mawardi Yahya dan Sekda Sumsel Nasrun Umar kembali berbincang sebentar.

Tak berapa lama, aksi keliling mereka lanjutkan ke ruang Media Center tempat rekan-rekan wartawan bekerja mengirimkan berita yang sama-sama berada di lantai II. Selanjutnya mantan Bupati OKU Timur dan mantan Bupati Ogan Ilir itu masuk ke Ruang Rapat Bina Praja.

Di ruangan ini, HDMY melakukan silaturahmi dengan seluruh staf, khususnya Kepala OPD dan sejumlah Kepala Biro.

Di hadapan seluruh kepala OPD yang hadir Herman Deru sedikit menapak tilas balik perjuangan bagaimana ia bisa sampai menjadi Gubernur. Cerita itu dimulai dari khayalannya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Dalam kesempatan itu Herman Deru juga meminta Kepala OPD tidak terpengaruh dan khawatir dengan kehadirannya sebagai pemimpin baru di Sumsel. Dia meminta semua Kepala OPD bekerja profesional sesuai bidang masing-masing.

Terpenting para staf ini diminta meningkatkan loyalitas semaksimal mungkin dalam bekerja membangun Provinsi Sumsel. “Jangan takut digeser. Tapi saya ingin semuanya profesional dan loyalitas. Itu syarat wajib,” tegasnya.

Lebih jauh Gubernur Sumsel mengatakan bahwa dirinya sangat yakin pejabat provinsi lebih smart karena jangkauanya lebih luas. Karena itu diapun mengaku lebih percaya diri menjadi gubernur.

“Saya tentu lebih percaya diri karena saya didampingi para pejabat mumpuni bidangnya yang diangkat berdasarkan kemampuan. Karena saya diangkat melalui proses politik yang panjang, jadi tahu betul,” katanya.

Selain itu Herman Deru mengaku akan segera menginventarisir seberapa banyak jumlah aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Mulai dari kendaraan dinas, hingga bangunan-bangunan dan unit usaha.

“Untuk aset sumsel akan dilakukan inventarisasi segera, tapi bukan mencari siapa yang salah. Besok kita akan inventarisasi soal BUMD dan sebagainya,” ujarnya, usai memimpin rapat bersama OPD, di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (3/10/2018).

Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu mempertanyakan tentang jumlah mobil dinas yang saat ini belum diketahui. Deru menilai, banyak juga mobil dinas ini yang dibuat plat hitam dan dipakai keluarganya.

“Aset yang harus segera diinventarisasi itu aset bergerak, seperti mobil dinas. Tolong kalian kasih tahu saya. Kalau untuk (aset) bangunan, kalian lebih tahu dan saya juga harus mencari tahu awalnya aset ini berapa, sudah pintah tangan berapa dan sudah dikelolah orang lain berapa, itu saya perlu data,” tegasnya.

Selain tentang aset, Herman Deru menerangkan, bahwa Pemprov Sumsel sudah mengirimkan bantuan untuk korban di Palu dan Donggala. Pemprov Sumsel sudah melepas untuk bantuan dokter bedah umum, ortopedi dan SpOg.

“Karena baru semalam, maka nanti saya akan berkoordinasi lagi, begitu juga sekda akan berkoordinasi dengan bupati/wali kota. Karena Sumsel sudah ada tim yang sudah berangkat lebih dulu tadi malam, yakni Tim Kesehatan Sriwijaya. Kalau mungkin harus berangkat untuk memberikan bantuan, ya saya ikut berangkat. Dulu waktu jadi bupati saya juga ikut berangkat ke bencana di Sleman,” katanya. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts