PALI, Sumselupdate.com – Peringatan hari Pramuka ke-57 tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kwartiranting Talang Ubi di halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Talang Ubi di Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), berakhir duka.
Salah satu pelajar yang menjadi peserta kegiatan tersebut, tewas tenggelam di salah satu waduk yang berada di luar bumi perkemahan tersebut, Kamis (2/8/2018) sore.
Belakangan diketahui korban bernama M Alfat (14) siswa kelas IX SMP Negeri 1, Talang Ubi, Kabupaten.
Dari informasi yang diperoleh, sekitar pukul 16.30, korban usai melakukan salah satu kegiatan. Kemudian, dilanjutkan dengan istirahat dan mempersiapkan diri kegiatan selanjutnya.
Pada sekitar pukul 17.00, korban dan sejumlah rekannya hendak mandi di salah satu waduk yang berada di luar bumi perkemahan tersebut.
Tak lama berselang, rekan korban berteriak ke arah perkemahan sembari meminta tolong.
“Saat itu waktu istirahat untuk mandi, dan saat itu korban dan teman-temannya mandi di luar area perkemahan, dan di luar dari pengawasan kita. Padahalnya tempat mandi dan keperluan lainnya telah kita sediakan di area perkemahan. Jadi ada sejumlah murid yang berteriak sembari meminta tolong,” jelas Marzuki, salah satu panitia penyelenggara.
Dan saat itu salah satu guru SD mencoba menyelamatkan nyawa korban dengan terjun ke waduk dan membawa korban ke darat.
Setelah di darat korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten PALI, namun sampai di UGD nyawa korban tidak dapat diselamatkan lagi.
“Korban dan guru yang menolongnya langsung dilarikan ke UGD, namun sampai di sini nyawa korban tidak diselamatkan. Saat ini perkemahan masih tetap dilanjutkan dan belum tahu untuk selanjutnya,” imbuhnya
Sementara, Wakil II DPRD Kabupaten PALI, Darmadi Suhaimi, SH, turut prihatin dengan kejadian tenggelamnya seorang pelajar saat melakukan perkemahan tersebut.
“Kita sangat prihatin, semoga orang tua pelajar diberikan ketabahan. Ini pelajaran juga untuk kita, seharusnya panitia pelaksana harus lebih ekstra lagi dalam pengawasan. Pelajar ini masih di usia anak-anak, belum mengetahui bahaya dan tidak,” pungkasnya.
Saat ini korban M Alfat telah dibawa pulang kerumah duka di simpang bandara Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang ubi.
Diketahui M Alfat merupakan putra kedua dari pasangan Rizal dan Ani yang saat ini masih duduk dikelas IX SMP.
Dr H Muzakkir, Kepala Dinkes PALI mengatakan bahwa korban meninggal bisa jadi akibat henti jantung, tapi bisa juga akibat aspilasi atau paru-paru penuh air (aspirasi).
“Makanya kita belum tahu korban sudah lama belum tenggelamnya. Namun, informasi yang kami dapat korban ketika di RSUD sudah tidak bernyawa lagi. Untuk biaya pengobatan ditanggung semua oleh Pemkab PALI,” tambahnya. (adj)











