6 Dari 18 Pelaku Begal Sadis yang Menghabisi Deni Setiawan Digulung Petugas

Rabu, 11 Juli 2018
Jasad Deni Setiawan yang tewas dibacok belasan pelaku hingga tewas saat berada di RS Bhayangkara Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Enam dari 18 pelaku perampokan sepeda motor yang disertai pembacokan terhadap Deni Setiawan (16), warga Jalan Ponorogo, Lorong Sidomakmur II, RT 63, RW 09, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, berhasil digulung petugas.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono membenarkan penangkapan tersebut.

Read More

Kendati demikian Wahyu belum bisa memberikan keterangan jelas, terkait lokasi penangkapan para pelaku tersebut.

Menurut Wahyu, pihaknya akan merilis lokasi, kronologis, dan jumlah pelaku yang berhasil diringkus Satreskrim Polresta Palembang.

Kasus begal yang disertai pembunuhan terhadap Deni Setiawan terjadi di Jalan Mayor Lubis Bustam, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Palembang pada Senin (9/7), sekitar pukul 02.00 lalu.

Kejadian ini berawal saat korban Deni bersama dua rekannya yakni Erlangga (12) dan Saputra (15), berboncengan bertiga mengendarai motor.

Kemudian, pada saat di lokasi kejadian, korban berpapasan dengan pelaku dan langsung menghadang.

Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung membacok korban Deni dengan senjata tajam hingga kedua rekannya pun terjatuh dari sepeda motornya. Setelah korban tak berdaya, pelaku pun langsung membawa motor korban.

Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda membenarkan kejadian tersebut. Ia menduga motif pelaku terhadap korban yakni dendam karena memang sebelumnya korban juga sempat dibacok beberapa bulan lalu.

Meskipun begitu, pihaknya masih mendalami kasus ini dan mencari pelaku tersebut. “Kami belum dapat menerangkan apa motifnya karena masih penyelidikan,” ujarnya,Senin (9/7).

Berdasarkan informasi, pelaku dalam kasus ini sebanyak 18 orang dengan menggunakan enam motor. Dalam kejadian tersebut, motor korban pun dibawa pelaku.

“Dua rekan korban juga ikut dibacok dan dalam perawatan di RS Muhammad Hoesin. Sedangkan, korban Deni di bawa ke RS Bhayangkara,” singkatnya.

Sementara itu, paman korban, Subur (33) mengaku tidak menyangka jika keponakannya yang pendiam tersebut tewas dibacok.

Di mana, beberapa bulan lalu memang keponakannya tersebut sempat ribut dengan beberapa orang yang tidak dikenal. Bahkan, sempat dibacok. Namun, kejadian tersebut sudah lama.

“Deni dan bersama dua rekannya ini masih duduk di Bangku SMA,” katanya.

Sebelum kejadian, korban meminta izin untuk keluar bersama kedua rekannya. Namun, keponakannya tersebut enggan menerangkan tujuannya.

Hingga, Senin pagi (9/7), ia mendapatkan kabar bahwa keponakannya tewas dibacok dan motor yang dibawa keponakannya pun hilang.

Kasus pembunuhan ini menjadi perhatian serius Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Jenderal bintang dua ini menginstruksikan jajarannya mulai dari Polsek, Polresta dan Polda untuk bergerak menangkap semua pelaku, baik dalam keadaan hidup maupun mati.

“Saya tersinggung, apalagi sekarang sedang dilaksanakan operasi khusus pemberantasan tindak kriminal jalanan. Kejadian ini seperti menantang polisi,” ujarnya, Selasa (10/7/2018).

Dirinya me-warning agar para Kapolres jangan ‘tidur’ saja. Zulkarnain berujar, kejadian ini harus menjadi perhatian dan pelaku sesegera mungkin ditangkap.

“Saya perintahkan semuanya untuk bertindak dan tangkap semua target operasi dan sikat bila melawan,” tegas Zulkarnain.

Menjelang Asian Games, dirinya menginginkan wilayah Sumsel, khususnya Palembang aman dan kondusif. Sehingga operasi khusus untuk memberantas kejahatan jalanan menjadi fokus Polda Sumsel dan jajaran.

Semua kejahatan jalanan begal, copet, curanmor dan kejahatan jalannya termasuk target operasi yang sudah terdata di setiap satuan kerja untuk bergerak untuk melakukan pengejaran. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts