Baturaja, Sumselupdate.com – Yan Saladin (YS), terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror dan Intelkam Polda Sumsel pada Jumat (18/5) sore di rumahnya Desa Markisa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), sehari-hari berprofesi sebagai penyadap karet serta berjualan makanan di depan rumahnya bersama sang istri.
Kades Desa Markisa Johan mengatakan, keseharian warganya itu pandai bergaul dan sangat baik terhadap warga. Profesi YS sendiri berkebun karet sementara istrinya berjualan makanan di depan rumah. Ia juga memiliki satu orang anak berumur sekitar 5 tahun.
Dikatakan kades, selama tinggal di Desa Markisa YS selalu menetap di desa tak pernah bepergian ke luar desa. Sebagai salah satu warga yang sedikit terpencil dari Kota Baturaja, kata Johan, warganya sering mengadakan kegiatan olahraga.
Nah, YS ini sendiri termasuk warga berprestasi di bidang olahraga, terkhusus olaraga tenis meja dan badminton.
“Orangnya baik, mudah bergaul dan selama tinggal di sini pandai olahraga,” jelasnya.
Kades Johan mengungkapkan, kondisi keluarga YS termasuk keluarga yang kurang mampu, YS menempati rumah peninggalan orangtuanya.
Di samping rumahnya itu memang ada musholah yang didirikan di atas tanah orang tuanya, “Itu mushala mendirikannya sumbangan itu tepat di samping rumah YS, di atas tanah bapaknya. Sebenarnya di desa ini masjid jauh di luar, jadi banyak mushala juga yang didirikan warga,” papar Johan.
Hak senada diungkapkan Kadek Mudana, salah satu warga beragama Hindu ini mengatakan, jika YS sangat baik. Bukan hanya terhadap seagama Islam.
Namun terhadap warga yang beragama lain. Dikatakan Kadek, tetangga rumahnya saja beragama Hindu, namun sikap teloransi antar warga sekitar sangat terjaga baik.
“Bahkan selain islam, saat mendengar informasi penangkapan ini, banyak warga tetangga agama Hindu memberi support terhadap Istri YS dan anaknya. Jadi kami sangat terkejut,” jelas dia.
Sementara istri YS saat ditanya di kediaman rumahnya, masih terlihat syok akibat penangkapan suaminya.
Istri YS itu mengaku jika suaminya tidak bersalah dan apalagi terlibat jaringan teroris.
“Saya minta suami saya dikembalikan jika tidak bersalah. Saat kembalipun, saya minta tidak ada lecet satupun di badan suami saya,” tutur istri YS.
Ia juga saat ini bingung menghadapi kejadian tersebut. Apalagi saat ini anaknya sedang sakit.
“Saya serahkan kepada Allah SWT, semoga suami saya cepat pulang dan kembali berkumpul dengan kami,” harapnya. (wid)










