Palembang, Sumselupdate.com -Para jurnalis dari berbagai media cetak, online, TV, dan radio di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam IJTI, PWI, dan AJI Sumsel menggelar unjukrasa solidaritas di Bundaran air mancur Palembang, Selasa (16/8).
Dalam unjuk rasa tersebut, mereka mengutuk kekerasan terhadap dua jurnalis di Medan yang diduga dilakukan oleh anggota TNI Angkatan Udara (AU).
Aksi ini merupakan bentuk solidaritas wartawan Sumsel terhadap kekerasan yang menimpa Andri Syafrin Purba 36, jurnalis MNC TV dan Array Argus, jurnalis Tribun Medan. Mereka menjadi bulan-bulanan personil TNI AU yang menyerang mereka, diinjak dan dirampas peralatannya di Medan, Sumatera Utara pada Senin (15/7).
Peristiwa tersebut menunjukan bahwa profesionalitas jurnalis yang bekerja dengan kode etik jurnalistik selalu berhadapan dengan arogansi dan ketidakprofesionalan aparat.
Kemerdekaan yang diperjuangkan dan diwujudkan oleh para pejuang dinodai oleh tingkah laku tak terpuji para pembela negara.
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, Ardhiansyah Nugraha menyatakan aksi penolakan kekerasan terhadap Jurnalis.
Tak hanya itu, para Jurnalis juga menuntut agar pelaku tindakan kekerasan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya tersebut.
“Pasti kita mengharapkan bagi pelaku kekerasan dihukum sesuai aturan yang berlaku, sesuai dengan undang-undang nomor 40 tahun 2009, bahkan bila perlu dipecat” tegasnya.
Ardhiansyah juga mengatakan, semua Jurnalis Sumsel menolak keras kejadian tersebut.
“Kita meminta hal yang menyedihkan ini terakhir kali terjadi, karena tugas pers hanya memberikan informasi dan memberitakan. Jadi hormati pers maka kami akan menghormati kalian,” pungkasnya. (adi)











