Palembang, Sumselupdate.com – Masyarakat Kota Palembang baru saja kehilangan mantan Walikota terpilih 2013-2018 H Romi Herton SH MH yang selama ini berpengaruh dalam roda pemerintahan Kota Palembang dan peta perpolitikan jelang Pemilihan Walikota Palembang 2018 mendatang.
Direktur Eksekutif Lintas Politika Kemas Khoirul Muklis menilai, meninggalnya Romi Hertom, maka peta politik di Palembang terutama jelang Pilkada 2018 tidak akan mengalami perubahan berarti.
“Memang benar sosok beliau (Romi Herton) sering dimintai pendapat juga termasuk isu-isu Pilkada ini, namun semua sistem kekuatan pasangan Harno dan Fitri sudah kokoh. Romi walau selama ini menjalani hukuman, tapi jujur diakui masih memiliki kekuatan barisan dan pendukung yang solid. Saya rasa dengan kepergian beliau maka barisan ini semakin kuat, karena saat ini sama merasakan kehilangan figur pengayom yg dihormati,” katanya, Kamis (28/9/2017).
Apalagi semangat mewujudkan obsesi Romi yang merupakan mantan Ketua DPC PDIP Palembang dan mantan Ketua DPD KNPI Sumsel ini, tentu menurutnya, akan semakin kuat saat ini. “Kondisi sekarang, dukungan tak akan mengalami perubahan, malah semakin menguat untuk pasangan Harno-Finda,” katanya.
Sedangkan Pengamat Sosial Politik Universitas Sriwijaya (Unsri) Bagindo Togar Butar Butar mengakui, bakal kemungkinan adanya perubahan pasca wafatnya Romi Herton.
“Kecenderungan berubah sepertinya begitu, karena almarhum pernah berada dalam jabatan politik dan pemerintahan yang sangat strategis. Bahkan konon aroma kuat figurnya masih mampu mempengaruhi politik birokrasi pemerintahan kota. Walau posisi mendiang dibatasi kebebasan nya oleh hukum,” katanya.
Tapi siklus komunikasi, pengalaman juga jaringan Romi Herton menurutnya, cukup mumpuni dalam mengirim pesan dan sinyal kepada aktor maupun kelompok politik yang terkait dengan tujuan skema kekuasaan di pemerintahan Kota Palembang.
“Romi mampu mengalihkan jabatan kepada adiknya (Fitrianti Agustinda) sebagai Wawako mendampingi H Harnojoyo. Lantas, lebih jauh, pertanyaan yang muncul bagaimana episode peta dan konstelasi pasca wafat nya Alm H Romi Herton,” katanya.
Menurut Bagindo secara specific pasca suasana duka atas meninggalnya Romi Herton, langkah, eksistensi dan apresiasi untuk Finda sebagai adik dari almarhum cenderung membutuhkan perhatian yang lebih bebas dan konsistensi dari para jaringan elite yang dibina almarhum sebelumnya.
Sedangkan Finda menjadi Wawako diusung atau jadi representasi PDIP Kota Palembang dan sebagai pengganti Romi Herton , kelak diharapkan masih berpasangan dengan Harnojoyo dalam mengikuti Pilkada Kota Palembang.
Sampai saat ini belum satu pun secara resmi Parpol menerbitkan SK dukungan (rekomendasi) di luar Partai Demokrat, agar dapat tercukupi syarat minimal dalam memperoleh ‘Tiket ‘ menjadi kontestan perhelatan demokrasi di daerah ini Juni 2018.
Mungkin tak dapat dipungkiri ketokohan, pemikiran dan sentuhan Romi Herton masih dibutuhkan serta mampu mewarnai proses politik di kalangan elite parpol juga pemerintahan di daerah ini, seperti hanya beliau yang paham dan mampu menata proses komunikasi antar kelompok berikut kebutuhan serta tujuan aktivitas politik yang dibangun.
“Sebaiknya rasa empati harus diutamakan. Amal, ibadah dan prestasi romi , sesungguhnya sulit untuk dilupakan oleh keluarga, kerabat dan para sahabat. Maka konsistensi perjuangan dan kebersamaan layak untuk dikedepankan,” katanya. (ery)











