Hanya 1 Dokter Anak yang Bertugas, Pelayanan di RSUD Baturaja Terganggu

Kamis, 14 September 2017
Ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com – RSUD Ibnu Soetowo Baturaja, Kabupaten OKU kekurangan tenaga medis, berupa dokter anak. Ini terlihat yang bertugas di Poli Anak rumah sakit tersebut masih terbilang sangat minim.

Karena hanya terdapat satu dr anak, membuat para pasien anak, termasuk orangtua yang berobat di RSUD Ibnu Soetowo harus rela bersabar dan sedikit menunggu agar dapat dilayani saat melakukan cek kesehatan atau rawat jalan.

Read More

Pantauan pelayanan Poli Anak di RSUD Ibnu Soetowo dilaksanakan setiap Rabu. Tidak diketahui secara persis untuk hari lainnya apakah layanan poli anak tersebut dibuka. Diketahui poli anak yang dilayani beberapa petugas medis non dokter terlihat sudah mulai menerima pasien anak sejak sekitar pukul 8.00 pagi.

Namun sayangnya setelah dilakukan pemeriksaan petugas, pasien anak bersama orangtuanya masih harus menunggu kedatangan dr anak yang bertugas melakukan pemeriksaam kesehatan atas penyakit yang diderita para pasien anak yang berobat.

Menurut beberapa orang tua anak yang melakukan pengobatan di Poli Anak dr anak yang bertugas di Poli Anak baru bisa melakukan pemeriksaan sekitar pukul 11.00 wib bahkan bisa lebih. Hal ini menurut para orang tua pasien anak ini dr anak yang ada di Poli Anak masih harus mobile melakukan tugasnya di tempat lain.

“Memang harus menunggu pak. Biasanya memang siang datang dr anaknya. Ini saja sudah jam 12 siang dr anaknya belum datang,” kata beberapa orang tua pasien anak saat dibincangi.

Terkait pelayanan di Poli Anak yang harus sabar menunggu tersebut, Direktur RSUD Ibnu Soetowo dr Ryna mengaku jika pasien anak memang baru dilayani oleh satu dr anak. Sehingga sambung dr Ryna pasien anak dan orang tua harus rela bersabar menunggu.

“Mohon dimaklumi karena tenaga medis dr anak cuma satu. Sementara pasien anak yang harus dilayani bukan hanya anak bapak saja. Terlebih kalau ada pasien yang parah, seperti di sal anak tentu harus menjadi prioritas,” kata dr Ryna saat dihubungi.

Untuk mengatasi problem ini, menurut dr Ryna, jika memang pasien anak yang berobat enggan menunggu lama, maka dirinya sendiri bersedia melakukan penanganan medis. Namun pasien tersebut harus bersedia melakukan pengobatan umum dan tidak menggunakan jalur BPJS Kesehatan atau tanggungan kesehatan lainnya.

“Begini saja pak, kalau memang anak bapak ingin cepat, saya bisa melayani pemeriksaan, tapi tentunya menggunakan pengobatan umum, bukan BPJS,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten OKU Ferlan Yuliansyah ID Murod menyesalkan jika pelayana Poli Anak masih terkendala minimnya tenaga dr anak. Pihaknya berharap Pemkab OKU melalui Dinas Kesehatan dapat segera mencarikan solusi dan jalan keluar yang terbaik.

“Saya pribadi juga baru tahu jika dr anak di RSUD Baturaja cuma satu orang. Tentunya kita turut prihatin dengan kondisi ini,” ucapnya saat dihubungi via ponsel.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya akan menyampaikan persoalan ini kepada komisi terkait guna meminta dinas terkait mencari jalan keluar agar persoalan tenaga medis dr anak dapat diatasi salah satunya dengan menambah jumlah tenaga medis dr anak yang ada.

“Kita akan sampaikan dengan komisi terkait di DPRD OKU. Tentunya kita cari apa permasalahannya. Yang bisa menjelaskan tentunya dinas terkait yakni dinas kesehatan,”tukasnya.

RSUD ini sendiri jadi salah satu rujukan bukan hanya warga kabupaten OKU, namun kabupaten tetangga seperti OKUT, OKUS bahkan masyarakat Way Kanan, Lampung pun banyak yang datang ke sana. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts