PALI, Sumselupdate.com – Akibat tabung gas LPG ukuran 3 kg yang masih langka di wilayah Kabupaten PALI, membuat warga Bumi Serepat Serasan terancam kembali menggunakan kayu bakar dalam proses memasak sehari-hari.
“Bukan dak mungkin laju pakek arang atau kayu bakar lagi. Kalu kondisi tabung gas LPG 3 kg masih langka cak ini,” ucap Rosi (36) warga Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi dijumpai media ini saat mencari tabung gas yang kerap dipanggil gas melon tersebut.
Ia juga meminta pemerintah segera lakukan tindakan. “Jangan cuma mendata bae pak. Ayo cari solusi. Tambah pasokan lagi, tambah agen lagi. Jangan buat kami nunggu lamo. Kareno keberadaan tabung gas 3 kg itu sangat vital nian bagi kami. Kalu dak katek, kami dak pacak masak. Itulah tadi, tepakso makek kayu bakar lagi,” keluhnya.
Tidak hanya itu, Dwi (27) warga Gang Sanip, Kelurahan Talang Ubi Timur mengaku bahwa dirinya menemukan tabung gas elpiji 3 kg seharga Rp38.000 per tabung. “Nak cak mano lagi, dari pado aku idak masak. Tepakso tabung gas hargo duo kali lipat itu aku beli,” katanya.
Sementara itu, Irawan Sulaiman, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) PALI mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan mengenai jumlah pasokan yang dibutuhkan di PALI.
“Kita masih mengumpulkan pendataan. Kemudian kami juga saat ini tengah berkoordinasi dengan agen apa yang menyebabkan terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut. Dalam waktu dekat Insya Allah sudah ada solusinya,” tuturnya. (adj)











