PALI, Sumselupdate.com – Karena tidak siap dan tidak profesional dalam bekerja, membuat Rapat Paripurna Istimewa ke IV DPRD Kabupaten PALI dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam memperingati HUT RI ke 72, Rabu (16/8) menjadi kacau.
Hal tersebut dikarenakan proyektor untuk memvisualisasikan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo tidak menyala, sehingga Bupati Ir H Heri Amalindo MM dan Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony SKom didampingi Ketua dan Wakil-wakil termasuk anggota DPRD PALI serta Kepala OPD hanya mendengarkan saja, seperti mendengar radio.
Seharusnya, saat rapat paripurna istimewa yang digelar setahun sekali itu, pihak Sekretariat Dewan (Setwan) sudah mempersiapkan semuanya dengan matang sehingga tidak ada masalah ketika paripurna berlangsung.
Tentunya, dengan adanya kejadian itu menunjukkan jika pihak Setwan DPRD PALI tidak mempersiapkan secara matang acara besar tersebut. Apalagi, ketika proyektor itu tidak bisa memvisualkan gambar, Sekwan DPRD PALI, Arif Firdaus langsung turun tangan berusaha memperbaiki dan mencari penyebab kemacetan itu.
Bahkan Sekda PALI, H Robby Kurniawan SSTP turun tangan langsung untuk mengupayakan proyektor itu kembali berfungsi. Namun, sayangnya proyektor itu tetap saja tidak bisa menampilkan gambar. “Ini yang bertanggungjaab Kabag Umum Setwan. Mana Kabag Umum nya. Jangan menghilang,” tanya Robby kepada staf Setwan.
Sementara, salah seorang pengunjung yang ada didalam ruangan pariouran itu, Pidin sempat bertanya-tanya kenapa setiap kali sidang paripurna ada saja alat komunikasi di DPRD PALI macet.
“Paling sering terjadi itu micropon mati, nah sekarang proyektor yang tidak nyala. Apakah alatnya sudah rusak atau tidak ada dana untuk memperbaiki atau mengganti yang baru,” tanyanya. (adj)











