Kesadaran Periksa VCT Masih Rendah, Tapi Banyak yang Cari Obat HIV di Apotik

Senin, 31 Juli 2017
Ilustrasi HIV/AIDS

Baturaja, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan OKU, angkat bicara terkait adanya permintaan obat HIV oleh beberapa warga di beberapa apotik di kota Baturaja.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes OKU), H Suharmasto, SKM, M Epid, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Andi Prapto, SKM, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan, kalau ada pembeli obat di apotek mencari obat HIV, belum dapat dikategorikan positif penderita HIV.

Read More

“Yang bersangkutan belum positif karena harus melalui pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan lab inilah nantinya yang menyatakan positif atau tidaknya terinfeksi HIV,” tukas Andi.

Ditambahkan Andi, kalau yang bersangkutan positif dinyatakan terjangkit HIV, maka yang bersangkutan harus diobati di klinik IMS di RSUD Ibnu Soetowo Baturaja atau di UPTD Puskesmas Lubuk Batang. Karena, dari klinik pasti diobati dan dapat obatnya,” ucap Andi.

Dikatakan Andi, bagi masyarakat yang merasa terjangkit HIV/AIDS, jangan malu untuk berobat. Pasalnya, pihak klinik merahasiakan identitas yang bersangkutan. “Supaya lebih lengkap dan lebih jelas hasil diagnosanya, positif atau penyakit lain,” imbuh Andi.

Dikatakannya, masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya dalam memeriksakan diri di sejumlah klinik Volunteri Conseling and Testing (VCT) di RSUD Ibnu Soetowo Baturaja dan UPTD Puskesmas Lubuk Batang. Sehingga dalam pemantau penyebaran penyakit tabu tersebut sedikit mengalami kesulitan lantaran masih enggannya masyarakat memeriksakan diri.

“Langkah strategis meminimalisir penularan penyakit ini adalah membentuk tim pelacakan bagi masyarakat yang sudah dinyatakan positif untuk memberikan pembinaan dan pemantau,” beber Andi.

Andi menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan sah dan tidak melakukan hubungan seksual dengan bukan pasangannya. Kalaupun terpaksa harus gunakan kondom.

“Ingat, kalau terpaksa – bukan menganjurkan. Jadi, bagi yang merasa pernah melakukan hubungan seks di luar nikah, lebih baik segera periksakan diri di klinik VCT,” pungkas Andi.

Seperti diketahui dua pekan terakhir, dua warga Kecamatan Baturaja Timur, mendatangi salah satu apotek di Kecamatan Baturaja Timur, menanyakan obat HIV. “Mereka tidak datang secara bersamaan, namun di lain waktu. Mereka langsung menanyakan kepada kita apakah kita menjual obat HIV,” ungkap pemilik apotek yang meminta nama dan apoteknya tidak ditulis.

Dirinya kaget ketika konsumennya menanyakan demikian. Pasalnya, di apoteknya bahkan di apotek-apotek yang lain juga tidak menjual obat HIV. “Saya sarankan untuk berobat ke puskesmas, ke RSUD Ibnu Soetowo Baturaja atau ke klinik khusus menangani HIV/AIDS,” ucapnya.

Ditambahkannya, selain pelanggan yang menanyakan obat HIV/AIDS, dirinya sering menjumpai pelanggannya mencari obat penyakit kelamin. “Bahkan mereka (pelanggan apotek), tanpa malu – malu mencari obat untuk mengobati penyakit kelamin atau mereka menanyakan obat yang manjur untuk sakit kelamin yang dialaminya,” bebernya. (Wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts