Martapura, Sumselupdate.com – Sebanyak 140 orang tenaga honorer OKU Timur dibawah naungan KN ASN berangkat menuju Istana Negara di Jakarta, Selasa (18/7/2017) untuk ikut serta dalam aksi damai di depan Istana Negara, pada Rabu (19/7).
Para honorer tergabung dalam lima organisasi tersebut yakni Paguyuban Honerer Nusantara, Ikatan Perawat Honor Indonesia, Himpunan Bidan non PNS, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana, Forum Komunikasi Kesehatan non PNS.
“Rekan-rekan yang tergabung dari perwakilan lima forum, sudah bulat tekad untuk bergabung bersama rekan-rekan honorer yang lain dari seluruh Indonesia, kami berangkat sore ini juga dengan dua bis menuju Jakarta,” ujar Herlian, ketua IPHI OKU Timur saat dibincangi disela-sela persiapan pemberangkatan.
Adapun tujuan para honorer ini adalah dalam menggelar aksi damai bersama rekan-rekan honorer ASN se-Indonesia menyuarakan aspirasi terkait kondisi mereka saat ini.
Tuntutan para tenaga honorer ini antara lain mendesak Pemerintah segera membuat DIM (Daftar Inventarisir Masalah) dan membahas serta menyelesaikan revisi UU ASN yang berkeadilan dan menolak PP 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan RPP tentang PPPK yang tidak mengakomodir pegawai non PNS dan akan memberlakukan sistem kontrak terhadap pegawai non PNS.
Selanjutnya, menuntut pemerintah mengutamakan rekruitmen pengangkatan PNS secara berkeadilan dari Pegawai Tidak Tetap, honorer, kontrak, pegawai tetap non PNS maupun pegawai lainnya yang sudah mengabdi kepada negara.
“Kami ingin menuntut keadilan bagi kami yang sudah mengabdi selama ini. Bahkan ada beberapa rekan sudah mengabdi lebih dari sepuluh tahun dan belum ada kejelasan pengangkatan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati OKU Timur Feri Antoni SE didampingi Ketua DPRD OKU Timur Beni Defitson saat menyambangi peserta aksi dititik pemberangkatan, berharap para peserta aksi khususnya dari Kabupaten OKU Timur, dapat menjaga nama baik serta etika dalam menyampaikan aspirasinya.
“Tentunya kita berharap saudara semua dapat menyampaikan aspirasinya dengan santun. Jangan melakukan tindakan anarkis, karena kita adalah negara hukum. Kami mendukung usaha saudara-saudara semua dan semoga hal ini dapat didengar oleh pemerintah pusat,” ujar Feri.
Saat ditanya terkait upaya pemerintah Kabupaten OKU Timur menyikapi aksi para honorer ini, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin melalui kebijakan pemerintah kabupaten.
“Ini tetap menjadi perhatian kami, dan nanti akan disampaikan ke pak Bupati. Yang jelas kita berupaya sebatas kebijakan dalam ruang lingkup Kabupaten tentunya. Semoga upaya saudara-saudara kita yang berangkat membuahkan hasil yang positif,” tegasnya. (yul)











