PALI, Sumselupdate.com – Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian serta ketahanan pangan di Bumi Serepat Serasan, Dinas Pertanian Kabupaten PALI memberikan pelatihan kepada petani yang berada di Kecamatan Tanah Abang.
Pelatihan tersebut berupa pembekalan tentang cara mengoperasikan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa traktor roda empat.
Torus Simbolon, Kepala Dinas Pertanian kabupaten PALI menjelaskan bahwa pelatihan tersebut selain untuk meningkatkan produksi hasil pertanian juga bertujuan untuk mengajak petani di PALI bersawah dengan alat modern.
“Ini merupakan program dinas pertanian untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di PALI serta untuk memberikan pembekalan kepada petani mengenai penggunaan alat alsintan modern. Sehingga diharapkan petani dapat meningkatkan hasil pertaniannya,” ucap Torus Simbolon saat meninjau langsung ke lokasi pelatihan di Kecamatan Tanah Abang, Senin (10/7/2017).
Karena, selama ini menurut Torus, ketika mengutus peserta mengikuti pelatihan di Palembang atau ke luar kota lain jumlah pesertanya terbatas. “Selama ini peserta yang dikirim ke palembang terkadang hanya satu sampai tiga orang, tapi kalau pelatihan di sini (PALI-red) peserta bisa lebih banyak,” tukasnya.
Ditambahkan Ali Sadikin, penyuluh pertanian di BP3K menerangkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 3 kelompok Tani di wilayah kecamatan Tanah Abang. “Dari 3 kelompok tani, sebanyak 12 peserta mengikuti pelatihan. Kemudian, diantara 12 peserta tersebut 6 orang menjadi operator,” beber Ali.
Ali juga menambahkan pelatihan kali ini tidak hanya sekedar teori, tapi juga peserta langsung praktek menggunakan traktor roda empat tersebut.
“Untuk instruktur kita datang kan operator teknis penyedia traktor roda empat tersebut. Sehingga, kalau terjadi trouble pada traktor bisa langsung diajarkan cara memperbaikinya. Itu juga sebagai bentuk servis dari penyedia barang kepada petani PALI,” tambah Ali.
Ditempat yang sama, Supiyanto, Distributor PT Traktor Nusantara yang dalam kesempatan itu sebagai instruktur pelatihan menjelaskan bahwa pelatihan ini untuk lebih memperkenalkan komponen serta, panel-panel bagian traktor, ke kelompok tani.
“Pelatihan ini ada dua jenis traktor yang digunakan, yakni traktor bajak dan traktor Rotary (perataan tanah),” terang Supiyanto.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada para petani agar memperhatikan perawatan traktor tersebut.
“Oli, air harus diperhatikan. Setelah menggunakan traktor isi kembali solar hingga penuh kembali. Untuk menghindari kondensasi atau uap yang diakibatkan, jika bahan bakar tidak diisi penuh. Gunakan traktor dilahan yang tidak ada tunggul. Karena, bahaya bagi traktor dan si pengendara dan sebaiknya, kalau lahan yang tunggul gunakan alat berat dozer,” bebernya. (adj)











