PALI, Sumselupdate.com –Pencetakan lahan sawah baru seluas 2.300 hektar di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab dan Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mandek.
Di mana seharusnya pada bulan ini ditargetkan sudah mencapai 500 hektar, ternyata sampai hari ini hanya mampu sekitar 150 hektar saja.
Kenyataan ini dikarenakan faktor cuaca yang kurang mendukung, akibat intensitas hujan pada Maret, April, dan memasuki bulan Mei ini masih tinggi dan merendam lahan yang akan dibuka sehingga alat berat tidak bisa beroperasional.
“Kita tidak bisa melawan alam, memang kita berencana dan menargetkan bulan ini (Mei) sudah bisa mencetak sekitar 500 hektar dan sudah ada yang mulai nanam. Namun, berhubung kondisi di lapangan lahan yang akan dibuka banjir jadi masalah itulah yang menghambat pekerjaan kita,” tutur Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten PALI Torus Simbolon, Rabu (18/5).
Kendati demikian, Torus Simbolon yakin bahwa sesuai rencana pada akhir November, seluruh pekerjaan pencetakan sawah baru akan rampung.
“Sekarang ini memang hujan masih ada namun sudah jarang, dengan alat berat sekarang berjumlah 10 unit, saya optimis, target yang direncanakan selesai pada November nanti Lahan sawah baru yang sudah selesai, di bulan ini kita usahakan akan dibagikan kepada masyarakat untuk ditanami. Namun siapa yang dapat bagian dulu, nanti kepala desa yang akan mendatanya,” bebernya.
Terpisah, Usman (40), salah satu warga Desa Pengabuan mengaku sudah tidak sabar untuk menggarap lahan sawah baru.
“Selama ini aku bekerja di lahan sawit PT GBS, namun aku akan tinggalkan pekerjaan itu apabila oleh pemerintah diberikan lahan sawah. Karena aku sudah capek ngabdi di perusahaan dan juga jadi petani padi cukup menjanjikan untuk mengangkat perekonomian keluarga. Aku minta, sawah yang sudah jadi untuk bisa secepatnya diserahkan kepada warga agar cepat nanam, cepat juga panenya supaya kami bisa merasakan manfaat program pemerintah,” harapnya. (adj)
S











